kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Menteri Bappenas Sebut Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja


Kamis, 29 Januari 2026 / 16:21 WIB
Menteri Bappenas Sebut Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (DOK/Bappenas)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki urgensi yang lebih tinggi untuk segera dieksekusi saat ini. Bahkan, ia menyebut program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut lebih mendesak dibandingkan dengan urusan penyediaan lapangan kerja.

Rachmat menjelaskan, meski lapangan kerja sama pentingnya dengan MBG, namun kondisi riil di lapangan menuntut penanganan kelaparan terlebih dahulu. Ia mengibaratkan perdebatan ini seperti pilihan antara memberi "kail" atau "ikan".

"MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail (lapangan kerja), sudah keburu mati. Saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita itu lapar, mereka kelaparan," ujarnya dalam Prasasti Economic Forum 2026, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Ada 2.500 Buruh Pabrik Kertas Terancam PHK, KSPN: Potensi PHK Tetap Tinggi Tahun Ini

Menurut Rachmat, masalah gizi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Ia mengaku prihatin saat mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, di mana ditemukan fakta masih banyak siswa setingkat SMP dan SMA yang belum bisa baca tulis.

Ia menilai rendahnya kemampuan kognitif anak bangsa tersebut tidak lepas dari persoalan asupan gizi yang tidak terpenuhi sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah memilih untuk memprioritaskan pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan sebelum melompat ke sektor produktivitas tenaga kerja.

"Ketika saya mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali. Saya tidak ingin mendiskusikan ini terlalu panjang, tidak enak dibuka, tapi itulah yang kita hadapi dalam pembangunan kita ke depan," tutur dia.

Selanjutnya: Jerome Powell Beri Pesan untuk Suksesornya di The Fed: Jangan Terseret Politik Trump

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Ganda Putri Indonesia Tembus Babak 8 Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×