kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Apakah Harga BBM Subsidi Bakal Naik Jelang Lebaran? Ini Jawaban Pemerintah


Jumat, 06 Maret 2026 / 04:32 WIB
 Apakah Harga BBM Subsidi Bakal Naik Jelang Lebaran? Ini Jawaban Pemerintah


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID -  Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia bergejolak. Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa harga BBM di dalam negeri juga akan terkerek, termasuk harga BBM bersubsidi.  

Terkait hal tersebut, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Melansir Infopublik.id, kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melalui keterangan resmi pada Rabu (4/3/2026). Menurutnya, pemerintah menjamin stabilitas harga BBM subsidi meskipun terjadi dinamika geopolitik global yang dapat memicu kenaikan harga minyak dunia.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa, sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah,” ujar Bahlil.

Fokus Pemerintah Menjaga Stabilitas Energi Selama Ramadan

Pemerintah saat ini memprioritaskan stabilitas pasokan energi dan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi tetap stabil.

Selain BBM, pemerintah juga memantau ketersediaan LPG dan kebutuhan energi lainnya. Pemerintah bersama Dewan Energi Nasional (DEN) telah menggelar rapat koordinasi guna memastikan kesiapan energi nasional menjelang arus mudik dan peningkatan konsumsi selama Idulfitri.

Hasil rapat tersebut menunjukkan bahwa stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman.

“Stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idulfitri insyaallah semua aman, termasuk dengan LPG,” kata Bahlil.

Baca Juga: Siap-siap, 67.886 KPM Terima Dana Jumbo! Disalurkan dengan 3 Cara Khusus

Mekanisme Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Pasar

Sementara itu, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi pemerintah. Penetapan harga dilakukan berdasarkan pergerakan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah.

Skema ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 yang mengatur formula penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Dengan sistem tersebut, harga BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar energi global.

Kapasitas Stok BBM Nasional Sekitar 22–23 Hari

Bahlil juga meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan BBM nasional yang selama ini dimiliki Indonesia.

“Memang sejak dahulu kemampuan storage atau daya tampung BBM kita di Indonesia tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” jelasnya.

Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional, rata-rata ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 22–23 hari.

Keterbatasan ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan energi, melainkan kapasitas tangki penyimpanan yang belum memadai untuk menampung cadangan dalam jumlah lebih besar.

“Kalau kita mau tambah cadangan, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Tonton: Emas Antam Langka! Permintaan Masyarakat Melonjak, Produksi Kewalahan

Infrastruktur Penyimpanan Jadi Tantangan Energi Nasional

Menurut Bahlil, tantangan utama ketahanan energi nasional saat ini terletak pada pembangunan infrastruktur penyimpanan BBM.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas tangki penyimpanan agar cadangan energi nasional dapat bertahan lebih lama di masa mendatang.

Ia juga meminta media agar pemberitaan mengenai stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Pasalnya, keterbatasan daya tampung tidak berarti Indonesia mengalami kekurangan pasokan energi.

Dengan jaminan stabilitas harga BBM subsidi serta stok energi yang aman, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×