kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Konflik Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario untuk Jaga Ekonomi Domestik


Jumat, 06 Maret 2026 / 05:20 WIB
Konflik Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario untuk Jaga Ekonomi Domestik


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak konflik yang memanas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terhadap perekonomian global dan domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memperkirakan konflik tersebut bisa berlangsung dalam berbagai kemungkinan durasi sehingga perlu disiapkan langkah antisipasi.

“Sampai kapannya perang bisa tiga bulan, bisa enam bulan, bisa lebih. Jadi kita masing-masing sudah ada skenario,” ujar Airlangga kepada awak media di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Apakah Harga BBM Subsidi Bakal Naik Jelang Lebaran? Ini Jawaban Pemerintah

Airlangga menjelaskan, pemerintah Indonesia sebelumnya juga pernah menghadapi kondisi serupa saat pecahnya perang Rusia vs Ukraina yang mendorong lonjakan harga minyak dan berbagai komoditas global.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas memiliki efek ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah harus menjaga stabilitas subsidi energi agar tidak membebani masyarakat.

Dengan APBN, Airlangga memastikan subsidi tetap dilanjutkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi kita akan lanjutkan dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga," ungkap Airlangga.

Baca Juga: Siap-siap, 67.886 KPM Terima Dana Jumbo! Disalurkan dengan 3 Cara Khusus

Namun di sisi lain, kenaikan harga komoditas global juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara dari sektor terkait dalam hal ini Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak konflik tersebut terhadap perekonomian Indonesia.

“Kita tentu melihat situasinya masih too early to call, masih terlalu pagi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×