kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Jangkauan MBG Meluas! Anak Putus Sekolah Kini Ikut Nikmati Gizi Gratis


Kamis, 29 Januari 2026 / 15:14 WIB
Jangkauan MBG Meluas! Anak Putus Sekolah Kini Ikut Nikmati Gizi Gratis
ILUSTRASI. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menyasar anak-anak putus sekolah. (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menyasar anak-anak putus sekolah termasuk anak-anak dengan pernikahan dini. 

Dadan menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menyasar seluruh anak-anak di Indonesia mulai dari usia masih dalam kandungan hingga usia 18 tahun. 

"Nah itu adalah warga negara yang harus mendapatkan program MBG," katanya di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (29/1/2026). 

Baca Juga: Ditjen Pajak Ungkap Aktivasi Akun Coretax Sudah Capai 90,85% dari Target

Menurut Dadan, anak pernikahan dini di bawah 18 tahun juga merupakan bagian dari penerima manfaat program MBG. 

Untuk itu, pihaknya saat ini dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kecamatan akan kembali melakukan pendataan lebih detil untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. 

"Baik itu santri, kemudian ibu hamil, ibu anak balita, baik yang memiliki NIK maupun tidak memiliki NIK dan kemudian juga terkait dengan anak usia sekolah yang putus sekolah, jadi itu sedang kita detilkan," ungkapnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan hingga ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta penerima manfaat. 

Baca Juga: Soal Update Negosiasi Tarif Trump, Kemenko Perekonomian: Bakal Ada Kejutan

Zulkifli juga menegaskan bahwa program ini secara langsung turut membuka banyak lapangan kerja di Indonesia. Menurutnya jumlah tenaga kerja langsung dari program ini telah mencapai 32.000 orang khusus untuk PPPK, dan khusus pekerja dapur SPPG telah mencapai 924.000 pekerja. 

Program ini juga diklaim menghidupkan ekonomi rakyat yang melibatkan 68.000 pemasok bahan baku baik dari UMKM hingga koperasi. 

Selanjutnya: ESDM Klarifikasi Kabar ExxonMobil Cabut dari Proyek CCS Sunda Asri

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Perempatfinal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×