kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mentan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tak Ada Kaitannya dengan Pemilu 2029


Rabu, 06 Mei 2026 / 15:49 WIB
Mentan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tak Ada Kaitannya dengan Pemilu 2029
ILUSTRASI. Makan Bergizi Gratis (MBG). (KKP/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dikaitkan dengan agenda politik di tahun 2029. 

Amran menjelaskan bahwa MBG menyasar usia anak balita hingga sekolah yang belum memiliki hak pilih di tahun 2029. 

Untuk itu, menurutnya hal ini menjadi salah kaprah bila program unggulan ini ditujukan untuk menarik suara mereka di masa pemilu yang akan datang. 

Baca Juga: Ditjen Pajak: Aturan Teknis Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Segera Terbit

"Anak SD, anak dalam kandungan. Yang kita beri. Pemilu 2029 tidak ada hubungannya. Benar tidak? Tidak bisa memilih kan di 2029 belum sampai usianya," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026). 

Amran menyebut program ini dirancang untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul. 

Selain itu, program juga dirancang untuk pemberdayaan ekonomi tingkat daerah. 

Baca Juga: Pasokan Beras Pemerintah Capai 5,2 Juta Ton, Mentan: Tak Ada Impor

Menurutnya MBG telah berkontribusi langsung sebagai penyerap atau off taker produk 165 juta petani di Indonesia.

"Jadi ekonomi itu bisa berputar di desa itu. Pasar ini hidup di sana," tegas Amran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×