kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

OECD Singgung Program Makan Bergizi Gratis, Perlu Ada Pengendalian Biaya


Rabu, 03 Desember 2025 / 14:02 WIB
OECD Singgung Program Makan Bergizi Gratis, Perlu Ada Pengendalian Biaya
ILUSTRASI. OECD menyoroti program Makan Bergizi Gratis Indonesia, melihat potensi atasi malnutrisi anak, namun ingatkan kendali biaya dan target agar fiskal terjaga.ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) turut menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam laporan terbarunya.

Mengutip laporan bertajuk OECD Economic Outlook, Volume 2025 Issue 2, lembaga internasional tersebut mengatakan bahwa program MBG memiliki potensi besar untuk mengurangi malnutrisi anak dan memperkuat kesehatan masyarakat.

Namun, OECD mengingatkan bahwa pengendalian biaya dan penargetan yang lebih tepat kepada rumah tangga rentan sangat penting untuk mencegah beban fiskal yang berlebihan.

"Inisiatif sosial seperti program makanan gratis dapat membantu mengurangi malnutrisi anak dan memperkuat kesehatan masyarakat, tetapi pengendalian biaya yang lebih efektif dan penargetan yang lebih baik terhadap rumah tangga rentan akan menekan biaya fiskal," tulis OECD, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: OECD: BI Masih Punya Ruang Turunkan Suku Bunga 50 Basis Poin

OECD juga memproyeksikan defisit anggaran Indonesia akan meningkat dari 2,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 menjadi sekitar 2,9% pada periode 2025–2027.

Kenaikan ini didorong oleh ekspansi berbagai program belanja pemerintah yang bernilai besar.

Menurut laporan terbaru OECD, perluasan program makan gratis bagi pelajar dan ibu hamil, pendirian BPI Danantara, serta sejumlah paket stimulus fiskal, mulai dari subsidi energi, upah, hingga transportasi akan menambah belanja negara sekitar 0,9% PDB.

Namun, pemerintah diperkirakan akan melakukan pemotongan belanja secara merata (across-the-board) sekitar 0,3% PDB untuk menjaga defisit tetap berada di bawah batas maksimal 3% PDB sesuai aturan fiskal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×