CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.620   54,00   0,31%
  • IDX 6.512   -77,53   -1,18%
  • KOMPAS100 857   -9,52   -1,10%
  • LQ45 649   -7,20   -1,10%
  • ISSI 227   -3,34   -1,45%
  • IDX30 361   -4,02   -1,10%
  • IDXHIDIV20 449   -3,28   -0,73%
  • IDX80 98   -1,12   -1,14%
  • IDXV30 125   -1,04   -0,82%
  • IDXQ30 116   -1,29   -1,10%

Langkah Kementerian PU hadapi kekeringan


Kamis, 06 September 2012 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Kans Chelsea dan Manchester United gaet Declan Rice hilang, ini langkah The Hammers


Reporter: Dea Chadiza Syafina

JAKARTA. Untuk mengatasi kekeringan, Kementerian Pekerjaan Umum akan menjalankan sejumlah cara.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pemerintah telah rutin mengirimkan air dengan tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum. Selain itu, kata Djoko, pemerintah juga menyediakan alat penjernih air 'portable'.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Mohamad Hasan menyatakan waduk-waduk di pulau Jawa masih memadai. Contohnya adalah ketersediaan air untuk kawasan Jatiluhur, Jawa Barat, yang sampai saat ini relatif baik.

Menurut Hasan, volume waduk-waduk di Jawa sekitar 1,3 miliar kubik hingga 1,4 miliar kubik. Dus, waduk-waduk tersebut masih mampu memenuhi irigasi hingga Desember mendatang, meski hujan tidak turun.

Hasan mengungkapkan, jika hujan turun pada November, maka ketersediaan air akan bertambah. "Tapi jika diperlukan, kami akan upayakan hujan buatan pada November," ujar Hasan.

Djoko juga menyarankan hujan buatan sebaiknya diupayakan untuk daerah kering yang memiliki aliran sungai dari waduk. Hujan buatan tersebut, kata Djoko, nantinya dapat ditampung dalam waduk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×