kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kekeringan melanda 120.000 ha sawah


Kamis, 06 September 2012 / 20:36 WIB
ILUSTRASI. PBB menilai canpur tangan asing dalam konflik Libya sudah melebihi batas.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan 120.000 hektare sawah dilanda kekeringan, dari total sekitar 5 juta hektar sawah yang ada. Kekeringan paling banyak melanda sawah di Jawa Barat.

"Sekitar 55 ribu hektar ada di Cirebon, Sukabumi, dan Subang. Sisanya ada di Sumatera Utara, terutama Aceh," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (6/9).

Hasan menjelaskan, kekeringan tahun ini lebih sulit diprediksi. Alasannya, ada anomali cuaca sepanjang 2012. Hasan memberi contoh banjir di Sulawesi Tengah sementara wilayah lain masuk musim kering.

Selain itu, kata Hasan, di tahun-tahun sebelumnya kekeringan terjadi di wilayah Jawa Timur tetapi sekarang malah Jawa Barat. Karena itulah pemerintah saat ini hanya bisa meminimalisir kekeringan tersebut dengan mengatur sistem irigasi.

Biasanya dibutuhkan 1 liter per detik per hektar. Karena kekeringan melanda, maka pengairan diturunkan menjadi 0,8 liter dalam cakupan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×