kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,51   0,29   0.04%
  • EMAS1.028.000 0,19%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Kini di bawah Presiden, ini tugas BIN dan sejarahnya


Senin, 20 Juli 2020 / 13:57 WIB
Kini di bawah Presiden, ini tugas BIN dan sejarahnya
ILUSTRASI. Badan Intelijen Negara atau BIN yang kini di bawah Presiden melakukan rapid test secara massal sebagai salah satu upaya pengendalian transmisi COVID-19.

Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Badan Intelijen Negara atau BIN kini resmi berada di bawah Presiden. Aturan mainnya tertuang di Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2020 tentang Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Beleid tersebut menggantikan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015. Dalam aturan terbaru, BIN dicoret dari tugas koordinasi Kemenko Polhukam.

Itu sesuai dengan profil BIN: hanya melayani single client, yaitu Presiden. "BIN Langsung berada di bawah Presiden karena produk intelijen langsung dibutuhkan oleh Presiden," kata Menkopolhukam Mahfud MD dalam akun Twitter resminya, Sabtu (18/7).

Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara menyebutkan, BIN merupakan alat negara yang menyelenggarakan fungsi intelijen dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Sekarang, BIN langsung di bawah komando Presiden Jokowi 

Masih menurut UU No. 17/2011, intelijen negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini juga peringatan dini. Ini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan serta keamanan nasional.

Melansir laman resmi BIN, Badan Intelijen Negara yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden berkedudukan sebagai koordinator penyelenggara intelijen negara.

Penyelenggara intelijen negara lainnya, yaitu intelijen TNI, intelijen Kepolisian, intelijen Kejaksaan, dan intelijen kementerian/lembaga pemerintah non-kementerian, wajib berkoordinasi dengan BIN.

Sejarah BIN

Mengutip situs resmi BIN, pasca Proklamasi, masih pada Agustus 1945, pemerintah mendirikan badan intelijen untuk pertama kalinya bernama Badan Istimewa. Kolonel Zulkifli Lubis ditunjuk memimpin lembaga tersebut bersama sekitar 40 mantan tentara Pembela Tanah Air (Peta) yang menjadi penyelidik militer khusus.

Baca Juga: Pengamat: BIN tidak lagi di bawah koordinasi Kemenko Polhukam sudah tepat

Berganti enam kali

Zulkifli merupakan lulusan sekaligus komandan intelijen pertama. Personel-personel intelijen di Badan Istimewa adalah lulusan Sekolah Intelijen Militer Nakano yang didirikan pendudukan Jepang pada 1943.

Setelah Badan Istimewa, pemerintah membentuk organisasi intelijen negara dengan cakupan lebih luas. Sejak 1945 sampai sekarang, organisasi intelijen negara pun telah berganti nama sebanyak enam kali:

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×