kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Kemnaker: PHK Capai 10.000 Pekerja pada Kuartal I 2026, Sektor Padat Karya Dominan


Jumat, 08 Mei 2026 / 17:15 WIB
Kemnaker: PHK Capai 10.000 Pekerja pada Kuartal I 2026, Sektor Padat Karya Dominan
ILUSTRASI. Angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di kuartal pertama 2026 capai 10.000 pekerja. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar 10.000 pekerja. Sektor padat karya disebut masih menjadi penyumbang terbesar kasus PHK sepanjang awal tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat ditemui di Kantor Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (9/5/2026).

“Sampai dengan bulan Maret 2026 kemarin ada sekitar lebih kurang 10 ribuan lebih ya yang terdampak ya,” katanya.

Afriansyah menjelaskan, industri padat karya masih menghadapi tekanan cukup besar di tengah dinamika ekonomi global. Kondisi tersebut berdampak terhadap keberlangsungan usaha dan berujung pada meningkatnya jumlah PHK di sejumlah sektor.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Perlindungan Warga Negara dan Penguatan Perdamaian ASEAN

Menurutnya, gejolak global menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan saat ini. Mulai dari konflik geopolitik hingga tekanan globalisasi dinilai turut memengaruhi stabilitas industri nasional.

Meski demikian, pemerintah disebut terus melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak lebih luas terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja nasional.

Namun begitu, menurutnya, pemerintah tetap waspada dan memitigasi seluruh risiko dari dampak yang ditimbulkan, khususnya di sektor ekonomi.

“Karena ini kan memang banyaj perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa ya. Untungnya industri kita tetap tenang di bawah pemerintahan Bapak Presiden,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×