CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pemerintah Siapkan Dana US$ 6 Miliar untuk Jaga Industri Padat Karya


Selasa, 13 Januari 2026 / 13:54 WIB
Pemerintah Siapkan Dana US$ 6 Miliar untuk Jaga Industri Padat Karya
ILUSTRASI. Pulih dari Pandemi, Utilisasi Industri TPT Naik Jadi 70 Persen (Dok/Kemenperin)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya di tengah tekanan global dan persaingan teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta agar kebijakan industri nasional tidak hanya berfokus pada sektor padat modal (capital intensive), tetapi juga tetap melindungi sektor padat karya (labor intensive).

"Bapak Presiden terus mengingatkan bahwa yang labor intensive base harus tetap dijaga. Jadi kita jangan hanya lari yang capital base, tetapi juga labor intensive," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Realisasi Anggaran Padat Karya Capai Rp 1,61 Triliun, Menyerap 138.314 Tenaga Kerja

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan di Hambalang pada Minggu lalu, Prabowo menyampaikan pemerintah akan menyiapkan dana sekitar US$ 6 miliar untuk mempertahankan daya saing industri padat karya, khususnya agar teknologi yang digunakan tetap kompetitif dan investasi tetap berjalan.

Dana tersebut terutama akan diarahkan untuk menopang industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang saat ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Perlindungan Industri Padat Karya Dinilai Penting untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

"Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja," katanya.

Menurutnya, sektor sandang memiliki prospek jangka panjang yang kuat karena kebutuhan global yang tidak akan hilang.

Dengan populasi dunia mencapai sekitar 8 miliar orang, permintaan terhadap pakaian dan alas kaki dinilai akan terus terjaga.

Baca Juga: Stimulus PPh 21 DTP Berlanjut bagi 1,7 Juta Pekerja Industri Padat Karya hingga 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×