kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jaga rupiah, BI menambah lelang SBI 9 bulan


Selasa, 16 Desember 2014 / 17:06 WIB
Jaga rupiah, BI menambah lelang SBI 9 bulan
ILUSTRASI. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,19 triliun.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melakukan sejumlah langkah intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, salah satu caranya adalah dengan menambah lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 9 bulan.

“Kita akan melakukan pengelolaan likuiditas di pasar rupiah, agar ini tetap terjaga, antara lain dengan meningkatkan lelang kita di beberapa instrumen moneter, termasuk SBI 9 bulan. Langkah-langkah ini agar rupiah itu terjaga,” kata Perry, di Kantor Kementerian Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Perry mengatakan, BI terus melakukan langkah-langkah stabilitasi nilai tukar rupiah, agar dampak penguatan dollar AS terhadap rupiah tetap dalam ranah terkendali. Selain meningkatkan lelang SBI 9 bulan, Perry mengatakan ke depan pihaknya juga akan terus melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

“Esensinya BI akan melakukan stablitas pasar. Kita akan di pasar, kita akan intervensi melalui pembelian SBN di pasar sekunder dan melakukan stabilitas di pasar rupiah,” ucap Perry. 

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terpuruk bersama mata uang negara-negara lain. Meski penurunan secara year to date tidak terlalu dalam dibanding yang lain, namun nilainya hampir menyentuh 13.000 per dollar AS. 

Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pagi ini, kurs rupiah berada di level Rp 12.900 per dollar AS. Perry mengatakan, BI sebetulnya sudah melakukan banyak langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas rupiah. 

“Kita tentu berada di pasar dan melakukan intervensi di pasar valas. Kita lakukan karena itu bagian dari tugas BI melakukan stabilitasi nilai tukar rupiah,” kata dia.(Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×