kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Fitch Soroti Danantara di Tengah Revisi Outlook Kredit Indonesia yang Jadi Negatif


Rabu, 04 Maret 2026 / 13:45 WIB
Fitch Soroti Danantara di Tengah Revisi Outlook Kredit Indonesia yang Jadi Negatif
ILUSTRASI. Fitch Ratings ubah outlook kredit Indonesia jadi negatif.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings menyoroti Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara, di tengah keputusan lembaga tersebut merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan peringkat utang jangka panjang tetap dipertahankan di level BBB.

Dalam laporan draft yang beredar, Fitch menilai revisi outlook tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memengaruhi prospek fiskal dan sentimen investor.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pengelolaan investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Danantara.

Fitch menjelaskan, Danantara memiliki mandat untuk meningkatkan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi komersial di luar anggaran pemerintah.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema Perlinsos Responsif

Dana tersebut berencana menginvestasikan sekitar US$26 miliar atau setara 1,7% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun ini. Investasi itu difokuskan pada proyek hilirisasi di sejumlah sektor strategis, seperti mineral, energi, pangan, dan pertanian.

Namun demikian, Fitch menilai masih terdapat ketidakpastian terkait arah pengembangan mandat Danantara ke depan.

Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kemungkinan perluasan mandat Danantara untuk mencakup aktivitas quasi-fiskal, yakni pembiayaan yang secara tidak langsung mendukung kebijakan pemerintah melalui skema investasi berbasis leverage.

Jika hal tersebut terjadi, Fitch menilai terdapat potensi dampak terhadap tata kelola fiskal pemerintah.

“Perluasan mandat dana ini berpotensi mengurangi transparansi fiskal, melemahkan konsistensi kebijakan, serta meningkatkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah,” tulis Fitch dalam draft tersebut, Rabu (4/3/2026).

Menurut Fitch, risiko tersebut dapat muncul apabila aktivitas investasi Danantara semakin digunakan untuk mendukung prioritas kebijakan pemerintah, namun tidak tercermin secara langsung dalam anggaran negara.

Karena itu, Fitch menilai tata kelola dan transparansi pengelolaan investasi Danantara akan menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal serta kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×