kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.913   11,00   0,07%
  • IDX 7.572   -367,40   -4,63%
  • KOMPAS100 1.057   -53,83   -4,85%
  • LQ45 770   -35,63   -4,42%
  • ISSI 268   -15,18   -5,36%
  • IDX30 409   -17,43   -4,08%
  • IDXHIDIV20 501   -17,38   -3,35%
  • IDX80 119   -5,83   -4,68%
  • IDXV30 136   -4,68   -3,32%
  • IDXQ30 132   -5,22   -3,80%

Fitch Soroti Danantara di Tengah Revisi Outlook Kredit Indonesia yang Jadi Negatif


Rabu, 04 Maret 2026 / 13:45 WIB
Fitch Soroti Danantara di Tengah Revisi Outlook Kredit Indonesia yang Jadi Negatif


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings menyoroti Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara, di tengah keputusan lembaga tersebut merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan peringkat utang jangka panjang tetap dipertahankan di level BBB.

Dalam laporan draft yang beredar, Fitch menilai revisi outlook tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang berpotensi memengaruhi prospek fiskal dan sentimen investor.

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pengelolaan investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Danantara.

Fitch menjelaskan, Danantara memiliki mandat untuk meningkatkan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi komersial di luar anggaran pemerintah.

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema Perlinsos Responsif

Dana tersebut berencana menginvestasikan sekitar US$26 miliar atau setara 1,7% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun ini. Investasi itu difokuskan pada proyek hilirisasi di sejumlah sektor strategis, seperti mineral, energi, pangan, dan pertanian.

Namun demikian, Fitch menilai masih terdapat ketidakpastian terkait arah pengembangan mandat Danantara ke depan.

Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kemungkinan perluasan mandat Danantara untuk mencakup aktivitas quasi-fiskal, yakni pembiayaan yang secara tidak langsung mendukung kebijakan pemerintah melalui skema investasi berbasis leverage.

Jika hal tersebut terjadi, Fitch menilai terdapat potensi dampak terhadap tata kelola fiskal pemerintah.

“Perluasan mandat dana ini berpotensi mengurangi transparansi fiskal, melemahkan konsistensi kebijakan, serta meningkatkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah,” tulis Fitch dalam draft tersebut, Rabu (4/3/2026).

Menurut Fitch, risiko tersebut dapat muncul apabila aktivitas investasi Danantara semakin digunakan untuk mendukung prioritas kebijakan pemerintah, namun tidak tercermin secara langsung dalam anggaran negara.

Karena itu, Fitch menilai tata kelola dan transparansi pengelolaan investasi Danantara akan menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal serta kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×