Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merespons revisi outlook terbaru dari Moody’s Ratings terhadap Indonesia. Danantara memandang langkah tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan serta penguatan kelembagaan perekonomian nasional.
CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan, masukan tersebut merupakan pengingat yang konstruktif untuk memperkokoh fondasi institusi dan menjaga disiplin pelaksanaan kebijakan. Hal ini dinilai penting guna mempertahankan kepercayaan pasar serta stabilitas ekonomi jangka panjang.
"Peringkat investment-grade Indonesia tetap terjaga, merefleksikan kepercayaan terhadap ketahanan makroekonomi, disiplin fiskal, serta prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Penyesuaian outlook tersebut sekaligus menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan dan konsistensi kebijakan dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Bansos Dicabut, Ini Kelompok yang Berhak Menerima Bantuan Usaha Rp 5 Juta
Sebagai sovereign wealth fund yang baru didirikan, Rosan menegaskan Danantara saat ini tengah berada dalam fase pembangunan institusi. Fokus utamanya mencakup tata kelola yang kuat, proses investasi yang disiplin, serta manajemen risiko yang pruden sesuai dengan praktik terbaik global (best practice).
Danantara juga telah menetapkan peta jalan tata kelola yang berfokus pada sejumlah prioritas utama. Di antaranya adalah pelaksanaan struktur pengambilan keputusan berstandar global, penerapan kerangka manajemen risiko terpadu, hingga alokasi modal yang berbasis pada kelayakan komersial.
Selain itu, Danantara berkomitmen untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola di seluruh portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungannya. Landasan ini diperkuat secara bertahap demi menjaga kredibilitas institusi di mata investor global.
“Danantara Indonesia akan terus beroperasi secara profesional, akuntabel, dan transparan guna menjalankan peran kami sebagai pengelola aset negara yang kredibel bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Selanjutnya: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (7/2): Melonjak Rp 30.000 Jadi Rp 2.920.000 Per Gram
Menarik Dibaca: Tak Ada An Se Young, Ini Skuad Tim Putri Indonesia VS Korsel di Semifinal BATC 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













