kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.119   -70,00   -0,38%
  • IDX 5.035   115,30   2,34%
  • KOMPAS100 650   18,14   2,87%
  • LQ45 515   14,18   2,83%
  • ISSI 166   3,26   2,00%
  • IDX30 290   7,01   2,48%
  • IDXHIDIV20 390   7,78   2,04%
  • IDX80 75   2,01   2,75%
  • IDXV30 108   1,76   1,65%
  • IDXQ30 97   2,27   2,39%

Ekonom BSI : Reli Harga Komoditas Energi Akan Berlanjut di 2022


Senin, 14 Februari 2022 / 13:27 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Priok, Kamis (3/2/2022). Ekonom BSI : Reli Harga Komoditas Energi Akan Berlanjut di 2022.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Sepanjang tahun 2021, sektor minyak dan gas bumi (migas) mencatat ekspor senilai US$ 12,28 Miliar (5,3% dari total ekspor), dan impor senilai US$ 25,53 Miliar (13% dari total impor).

Sementara itu, realisasi ekspor batubara mencapai 435 juta ton dan menjadi yang terbesar kedua di dunia.

Lebih rinci Banjaran menjelaskan dampak dari kenaikan harga di dua komoditas tersebut. Menurutnya kenaikan harga dua komoditas itu berdampak terhadap surplus pendapatan sektor ESDM. Namun, kenaikan BBM juga akan meningkatkan biaya logistik yang dapat menyebabkan inflasi (cost push).

Baca Juga: Pegadaian Raih Peringkat idAAA

Selain itu, hal tersebut juga akan meningkatkan beban anggaran untuk subsidi BBM dan listrik, mengingat kebijakan harga BBM dan listrik dikontrol ketat oleh pemerintah.

“Dengan subsidi 2022 yang telah dianggarkan, maka selisih kenaikan harga tersebut akan menjadi beban pada APBN berikutnya,” kata Banjaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×