kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dampak Ekonomi Lebaran Melambat, Kadin Prediksi Perputaran Uang Turun Hingga 15%


Kamis, 03 April 2025 / 15:36 WIB
Dampak Ekonomi Lebaran Melambat, Kadin Prediksi Perputaran Uang Turun Hingga 15%
ILUSTRASI. Penumpang menunggu jadwal keberangkatan kereta di Stasiun Gambir, Jakarta. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan dampak ekonomi lebaran 2025 mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wpa.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan dampak ekonomi lebaran 2025 mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah pemudik serta penurunan perputaran uang di sektor kebutuhan lebaran, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik pada lebaran tahun ini tercatat lebih rendah sekitar 563.000 orang dibandingkan tahun lalu, yang mencapai 10,7 juta orang.

"Dampak perekonomian pada lebaran 2025 diperkirakan mengalami penurunan antara 13%-15% dibandingkan tahun lalu. Jika pada Idulfitri 2024 perputaran uang mencapai Rp157.3 triliun, maka tahun ini diperkirakan hanya Rp135,57 triliun," ujar Diana pada Kontan, Kamis (3/4).

Baca Juga: BSI Institute Proyeksi Perputaran Uang Selama Ramadan 2025 Capai Rp 1.024,97 Triliun

Selain itu, sektor manufaktur juga diprediksi mengalami perlambatan pasca-Lebaran, diperparah dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sebelum Idulfitri.

"Kontraksi ekonomi global dan turunnya permintaan menjadi penyebab utama. Kenaikan biaya produksi dan perubahan kebijakan pemerintah juga turut berkontribusi," jelasnya.

Tidak hanya manufaktur, sektor lain seperti konstruksi, transportasi, perdagangan, pariwisata, dan properti juga diperkirakan mengalami perlambatan. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Diana menekankan pentingnya penerapan seperti pengendalian inflasi, kebijakan moneter yang tepat, serta peningkatan investasi.

Baca Juga: Perputaran Uang Libur Lebaran Diprediksi Menurun, Ini Kata Menko Airlangga

"Kita juga harus meningkatkan produktivitas, mengembangkan industri, serta mendorong ekspor. Inovasi dan adopsi teknologi menjadi kunci agar ekonomi tetap bergerak," pungkasnya.

Dengan tantangan ekonomi yang dihadapi setelah lebaran, Kadin mendorong pelaku usaha dan pemerintah untuk bekerja sama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing industri di tengah kondisi global yang tidak menentu. 

Selanjutnya: Waspada Perdagangan dan Ekonomi Merosot Imbas Kebijakan Tarif Trump

Menarik Dibaca: 12 Obat Asam Lambung Herbal Alami Terbaik yang Dapat Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×