kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Laut Jawa Krisis Ikan! Nelayan Geser Melaut ke Timur dan Barat Indonesia


Minggu, 03 Agustus 2025 / 14:30 WIB
Laut Jawa Krisis Ikan! Nelayan Geser Melaut ke Timur dan Barat Indonesia
ILUSTRASI. Krisis ikan tangkap di Laut Jawa membuat nelayan pindah ke wilayah timur dan barat Indonesia. KKP siapkan langkah atasi pencemaran laut. FOTO: Nelayan menyandarkan perahunya di bibir pantai yang dipenuhi sampah plastik di Desa Dadap, Indramayu, Jawa Barat, Senin (26/11/2018). LSM World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia menilai masalah pencemaran sampah plastik di laut Indonesia sudah bisa disebut sebagai darurat sampah plastik karena perlu penanganan serius. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - Populasi ikan tangkap di Laut Jawa kian menipis. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, penurunan ini terjadi seiring makin parahnya pencemaran laut, terutama oleh sampah plastik, yang merusak ekosistem perairan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan bahwa nelayan kini mulai meninggalkan Laut Jawa karena hasil tangkapan ikan semakin sulit. Pemantauan Vessel Monitoring System (VMS) menunjukkan kapal-kapal nelayan lebih banyak berkumpul di luar wilayah Jawa.

"Kalau lihat petanya, di Laut Jawa sudah sangat sedikit yang mengambil ikan tangkap. Produktivitasnya menurun," ujar Koswara saat ditemui di Jakarta, Jumat (1/8).

Baca Juga: KKP akan Bagikan Vessel Monitoring System (VMS) Gratis ke Nelayan Kecil

Menurut dia, pergerakan populasi ikan tangkap kini bergeser ke wilayah timur Indonesia seperti Maluku hingga Papua, serta wilayah barat laut seperti perairan Anambas. Laut Sawu di selatan juga menjadi tujuan baru bagi aktivitas penangkapan ikan.

Alhasil, nelayan yang sebelumnya menggantungkan hidup di Laut Jawa mulai mencari hasil tangkapan di wilayah perairan yang lebih sehat. Sementara Laut Jawa semakin sepi aktivitas melaut.

Koswara menegaskan, penurunan jumlah ikan ini bukan tanpa sebab. Ekosistem laut yang rusak akibat pencemaran menjadi penyebab utama.

"Ini indikasi kuat bahwa laut Jawa tidak sehat lagi. Salah satu penyebabnya adalah sampah yang makin masif," katanya.

Baca Juga: KKP Siapkan Anggaran Rp 2,2 Triliun Untuk Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Sebagai respons atas kondisi ini, KKP menyiapkan dua langkah utama:

  • Mengurangi sampah laut, khususnya plastik.
  • Melakukan penanaman kembali hutan mangrove untuk memulihkan ekosistem pesisir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×