Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penajaman belanja kementerian/lembaga (K/L) pada sisa tahun anggaran 2026, dengan melakukan pengecakan berkala.
Penajaman dilakukan untuk memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara optimal dan menghasilkan output sesuai target.
Suahasil mengatakan, penajaman belanja negara merupakan proses yang dilakukan sepanjang tahun. Karena itu, Kemenkeu kembali meminta jajaran, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), untuk menelaah belanja K/L mulai September 2026.
Baca Juga: Jelang Pembahasan Upah Minimum 2027, Buruh Usul Kenaikan 7,5%-9,5%, Cek UMP 2026
“Penajaman belanja negara itu dilakukan sepanjang tahun. Bukan hanya di satu titik, lalu sebelah itu tidak ada penajaman lagi,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, penajaman tidak berarti pemotongan anggaran. Kemenkeu akan melihat kembali alokasi belanja, termasuk kontrak K/L yang belum selesai, kemudian berkomunikasi dengan kementerian/lembaga terkait.
“Penajaman itu bukan berarti potongan anggaran, bukan. Penajaman itulah memastikan bahwa alokasi yang ada digunakan dan menghasilkan output sesuai dengan rencananya,” katanya.
Suahasil meminta DJA mengecek belanja K/L yang kontraknya masih belum tuntas. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tidak dilakukan dengan langsung memangkas anggaran.
“Masih ada itu belanja K/L yang kontraknya belum tuntas. Lihat lagi. Tapi bukan berarti kemudian langsung main potong. Bicara dengan K/L-nya. Bangun komunikasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, penajaman belanja membutuhkan komunikasi antara Kemenkeu dan K/L. Komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh menteri, tetapi juga setiap unit eselon I Kemenkeu dengan mitra kerjanya.
“Jadi penajaman belanja negara akan kita lakukan terus,” ujar Suahasil.
Belanja Harus Lebih Produktif
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto mengatakan, penajaman dilakukan agar belanja negara semakin produktif dan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Penajaman sebenarnya bukan efisiensi. Jadi kita terus melakukan penajaman terhadap belanja negara sehingga semakin produktif dan mencapai target-target yang sudah ditetapkan,” ujar Sudarto.
Dalam tiga bulan terakhir 2026, Kemenkeu juga akan memantau kecepatan realisasi anggaran. Menurut Sudarto, penyerapan hingga Agustus sudah lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemenkeu juga akan melihat kebutuhan kementerian/lembaga yang masih memerlukan dukungan agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.
“Capaian tidak hanya capaian dalam bentuk realisasi, tetapi juga output bisa dicapai dengan lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Realisasi Belanja Bunga Utang Capai Rp 394,2 Triliun hingga Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














