Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penerimaan negara hingga Agustus 2026 mencapai Rp 2.055,6 triliun atau 65,2% dari target APBN 2026.
Meski tumbuh 25,4% secara tahunan, capaian tersebut masih ditopang kinerja sejumlah pos penerimaan, terutama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp 1.409 triliun atau 59,8% dari target, dengan pertumbuhan 24,1% secara tahunan.
Sementara itu, PNBP sudah mencapai Rp 435,1 triliun atau 94,8% dari target dan tumbuh 41,7% yoy.
“Penerimaan tumbuh sangat sehat, pajaknya juga tumbuh sangat sehat,” kata Suahasil dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Jaringan Meterai Ilegal Dibongkar, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp 1 Triliun
Dari sisi pajak, penerimaan terutama berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas yang mencapai Rp 722,2 triliun, setara 62,6% dari target dan tumbuh 16,6% yoy.
Penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp 591,5 triliun atau 59,8% dari target, dengan pertumbuhan 38,9% yoy.
Adapun PPh migas tercatat Rp 39 triliun atau 70,6% dari target dan tumbuh paling tinggi, yakni 63,8% yoy.
Kenaikan ini antara lain berkaitan dengan peningkatan harga migas yang mendorong pendapatan perusahaan migas dan pada akhirnya meningkatkan pembayaran pajak.
Di sisi lain, penerimaan dari PBB dan pajak lainnya masih berada di bawah target, dengan realisasi baru 36,8% dan turun 15,7% yoy. Penurunan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kepatuhan penyampaian SPT, sementara pajak terutang dilunasi melalui deposit.
Kementerian Keuangan menyebut peningkatan penerimaan pajak juga didukung aktivitas ekonomi dan implementasi Coretax yang semakin membaik.
Sebelumnya, KONTAN mencatat penerimaan pajak hingga Juli 2026 baru mencapai Rp 1.209,6 triliun atau 51,31% dari target Rp 2.357,7 triliun.
Baca Juga: Setoran Pajak Digital Tembus Rp 48,11 Triliun hingga Februari 2026
Namun, hingga Agustus pertumbuhannya tetap berada di level dua digit, seiring dengan membaiknya penerimaan secara bulanan.
Selain pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Agustus mencapai Rp 210,2 triliun atau 62,6% dari target, tumbuh 7,8% yoy. Sementara penerimaan hibah mencapai Rp 1,2 triliun atau 184,2% dari target, meski turun 21,6% yoy.
Kinerja PNBP juga menjadi penopang penting penerimaan negara. Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan outlook PNBP 2026 menjadi Rp 575,1 triliun atau 125,2% dari target awal Rp 459,2 triliun karena realisasi semester I yang kuat.
Dengan demikian, meski penerimaan negara secara keseluruhan tumbuh kuat hingga Agustus, ruang untuk mengejar target pajak masih cukup besar.
Kondisi ini menjadi penting karena pemerintah sebelumnya menetapkan target penerimaan pajak 2026 sebesar Rp 2.357,7 triliun.
Pada saat yang sama, KONTAN mencatat pemerintah menghadapi tantangan lain dari sisi restitusi.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Realisasi Belanja Negara Tembus Rp 815 Triliun di Kuartal I-2026
Hingga Juli 2026, restitusi pajak mencapai Rp 185,38 triliun, turun 33,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan restitusi membantu menopang penerimaan pajak secara neto, meski di sisi lain dapat mempengaruhi arus kas pelaku usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














