kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

BMKG tegaskan Indonesia tidak bakal alami gelombang panas, hanya suhu panas


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Warga menghalau sinar matahari dengan pakaiannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10/2019).


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Sebagian masyarakat sempat heboh dengan kabar dan cuitan di media sosial yang menyebutkan, Indonesia akan mengalami gelombang panas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar itu.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan, Indonesia tidak mungkin mengalami gelombang panas. “Saat ini yang terjadi di Indonesia itu fenomena suhu panas dan bukan gelombang panas, itu berbeda ya,” katanya, Jumat (25/10).

Gelombang panas yang berpotensi mengakibatkan suhu yang ekstrem, Miming menegaskan, tidak akan terjadi di wilayah tropis. Tapi, terjadi di kawasan subtropis atau wilayah lintang.

Baca Juga: BMKG: Hari ini hujan lebat berpotensi turun di Jakarta dan 12 provinsi

“Gelombang panas adalah fenomena yang umumnya terjadi di wilayah lintang (subtropis), dan wilayah Indonesia (tropis) tidak mungkin secara dinamika terjadi gelombang panas,” tegasnya.

Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi adalah suhu panas. Suhu panas terjadi sangat kondisional, terkait dan tergantung dengan kondisi berbagai faktor lainnya, seperti kulminasi matahari, cuaca tanpa awan, dan pengaruh arah pola angin.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×