Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keputusan raksasa teknologi dunia, Nvidia, yang lebih memilih menanamkan modalnya di Johor, Malaysia ketimbang Indonesia memicu pertanyaan publik soal daya tarik investasi dalam negeri.
Menanggapi hal tersebut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menepis anggapan bahwa Indonesia kurang menarik di mata investor teknologi tinggi (hightech).
Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko mengungkapkan, saat ini Indonesia sebenarnya sudah memiliki ekosistem yang mumpuni melalui KEK Nongsa Digital Park di Batam. Kawasan ini diklaim mencatatkan minat investor yang sangat tinggi.
“Kawasan KEK Nongsa saat ini sudah terisi seluruhnya oleh tenant, mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan investor terhadap kawasan tersebut,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Ekonom Soroti KEK RI Perlu Kompleksitas Regulasi
Bambang menjelaskan, KEK Nongsa yang ditetapkan sejak 2021 memang dirancang sebagai digital hub terintegrasi yang menggabungkan ekosistem data center, cloud, kecerdasan buatan (AI), hingga industri kreatif. Namun, tingginya permintaan membuat ketersediaan lahan menjadi tantangan tersendiri.
Dia menyebutkan, KEK Nongsa memiliki luas sekitar 166,45 hektare (Ha) dengan tingkat pemanfaatan lahan mencapai lebih dari 80%, di antaranya untuk data center, IT office park, industri kreatif digital, hotel, serta fasilitas pendukung lainnya.
Untuk itu, lanjut Bambang, pemerintah kini tengah memacu proses perluasan KEK Nongsa agar investasi teknologi berskala besar, termasuk data center dan AI, tetap dapat masuk dan tumbuh di Indonesia.
"Perluasan saat ini sedang dalam proses penetapan melalui Peraturan Pemerintah, dengan tambahan lahan sekitar 21,59 hektare," jelasnya.
Bambang menuturkan, tambahan lahan tersebut nantinya akan difokuskan untuk pengembangan data center tambahan, infrastruktur pendukung, serta pembangkit listrik guna menjamin keandalan energi di kawasan tersebut.
Secara kinerja, KEK Nongsa Batam menunjukkan angka yang positif. Dia bilang, hingga triwulan III-2025, realisasi investasi di kawasan ini telah menembus angka Rp 4,27 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.807 orang.
Baca Juga: NVIDIA Pilih Johor, Ekonom Soroti Tantangan Investasi Teknologi di Indonesia
Bambang menambahkan, bagi investor teknologi yang tidak tertampung di Nongsa, pemerintah menawarkan alternatif di KEK sektor teknologi lainnya. Sebut saja KEK Singhasari di Jawa Timur dan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) di Banten.
"KEK ini bisa menjadi alternatif untuk menampung ekspansi investasi high-tech, baik di bidang teknologi, ekonomi digital, maupun riset dan pengembangan," pungkasnya.
Selanjutnya: AAUI Perkirakaan Ada Potensi Rasio Klaim Asuransi Kredit di Level Tinggi pada 2026
Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












