Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta pimpinan lembaga riset lainnya guna membahas percepatan agenda ketahanan pangan nasional.
Rapat yang berlangsung pada Rabu (7/1/2026), merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo dalam forum retreat di Hambalang yang menekankan pentingnya integrasi riset sebagai fondasi kemandirian pangan nasional.
“Presiden sudah menyampaikan dengan sangat jelas, tidak boleh ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. Karena itu, pendekatan kita tidak bisa lagi sektoral. Kita harus satukan kekuatan seluruh lembaga riset, dari BRIN, IPB, UGM, IT Del, hingga TSTH2. Kalau semua bersinergi, saya yakin kita bisa membuat lompatan besar untuk ketahanan pangan nasional,” ungkap Luhut, dikutip dalam siaran pers, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tetapkan Zona Darurat Pangan di Wilayah Bencana Sumatra
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan riset pengembangan bibit bawang putih unggul. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor benih sekaligus mengembalikan swasembada bawang putih nasional seperti yang pernah dicapai Indonesia pada 1995.
Untuk mempercepat hasil riset, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi mutakhir, termasuk penggunaan superkomputer H200 dan B200 serta mesin genomik T7 terintegrasi yang tengah disiapkan di kawasan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi nasional pengembangan varietas unggul hortikultura dan tanaman herbal.
Selain penguatan riset, Presiden Prabowo turut memberi arahan khusus terkait pembangunan Genebank nasional dan penguatan industri perbenihan (seeding industry) di dalam negeri.
Kehadiran Kepala BPOM dalam rapat tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan produk herbal lokal sekaligus penyesuaian regulasi agar lebih adaptif terhadap inovasi berbasis riset.
Baca Juga: Anggaran Ketahanan Pangan Prabowo Naik 45,5% Jadi Rp 210,4 Triliun di 2026
DEN juga mendorong BRIN untuk segera menyusun peta kesesuaian lahan terpadu agar seluruh hasil riset dapat langsung diimplementasikan secara efektif di lapangan.
“Semua langkah ini adalah bagian dari Astacita Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Harapan saya, saat Presiden berkunjung ke TSTH2 pada Oktober nanti, kita tidak lagi bicara rencana, tapi sudah bisa menunjukkan ekosistem riset yang berjalan dan mulai membuahkan hasil nyata,” pungkas Luhut.
Selanjutnya: Tambang Kerja Sama IATA dan United Tractors (UNTR) Masuk Fase Produksi
Menarik Dibaca: Lupakan S25 Ultra! RedMagic 11 Pro Bawa Baterai Jumbo 7500 mAh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













