kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.852   34,00   0,20%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92% PDB di Tengah Lesunya Penerimaan Pajak


Kamis, 08 Januari 2026 / 14:12 WIB
Diperbarui Kamis, 08 Januari 2026 / 14:38 WIB
Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92% PDB di Tengah Lesunya Penerimaan Pajak
ILUSTRASI. Laporan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 menunjukkan tantangan berat pada sisi penerimaan negara. Defisit anggaran tercatat melebar hingga menyentuh angka Rp 695,1 triliun atau setara dengan 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melampaui target awal yang dipatok sebesar 2,53% PDB. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal ini dalam paparan realisasi APBN 2025, per 8 Januari 2026 di kantornya, Lapangan Banteng Jakarta.


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA – Laporan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 menunjukkan tantangan berat pada sisi penerimaan negara. Defisit anggaran tercatat melebar hingga menyentuh angka Rp 695,1 triliun atau setara dengan 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melampaui target awal yang dipatok sebesar 2,53% PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal ini dalam paparan realisasi APBN 2025, per 8 Januari 2026 di kantornya, Lapangan Banteng Jakarta.
"Sebenarnya bisa kita bikin defisit 0% dengan mengurangi belanja saat penerimaan turun, tapi di situasi perekonomian sedang tertekan, itu tidak kita lakukan agar APBN menjadi stimulus ekonomi," kata Purbaya dalam pernyataan yang disiarkan langsung melalui kanal youtube Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tetapkan Aturan Baru Batas Defisit APBD 2026 Seragam Jadi 2,5%

Dalam paparanya menkeu menyebutkan, Penerimaan Pajak di Bawah Target: Hingga 31 Desember 2025, realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp1.917,6 triliun. 

BREAKING NEWS! Menkeu Purbaya Sampaikan Update Realiasi APBN 2025 dan Arah Kebijakan Fiskal 2026

Angka ini hanya memenuhi 87,6% dari target APBN yang sebesar Rp2.189,3 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 (audited) yang sebesar Rp1.931,6 triliun, performa pajak tahun 2025 justru mengalami penurunan secara nominal.

Penerimaan Perpajakan Secara Umum Melambat: Sektor perpajakan secara keseluruhan (termasuk Kepabeanan & Cukai) hanya terealisasi sebesar Rp2.217,9 triliun atau 89% dari target. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang justru melampaui target hingga 104% (Rp534,1 triliun).

Belanja Negara Tetap Ekspansif: Di tengah lesunya pendapatan, belanja negara justru tetap tinggi mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3% dari target). Bahkan, Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) melonjak drastis hingga 129,3% dari pagu awal, yakni menembus Rp1.500,4 triliun.

Baca Juga: UU APBN 2026 Belum Diterbitkan, Istana Pastikan Tak Ada Revisi

Keseimbangan Primer Menukik: Akibat tidak imbangnya pendapatan dan belanja, keseimbangan primer mencatatkan defisit yang dalam sebesar Rp180,7 triliun, jauh lebih besar dibandingkan target awal yang hanya Rp63,3 triliun.

Pembiayaan Anggaran Meningkat: Untuk menutup celah defisit yang melebar tersebut, pemerintah meningkatkan pembiayaan anggaran hingga mencapai Rp744,0 triliun, atau 120,8% dari rencana awal.

Secara keseluruhan, meskipun total pendapatan negara mencapai Rp2.756,3 triliun, performa pajak yang tidak mencapai target menjadi faktor utama yang menekan postur APBN 2025, memaksa defisit mendekati ambang batas aman 3% PDB.

REALISASI SEMENTARA APBN 2025

Selanjutnya: PHK Karena Efisiensi? BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Dana JKP dan Pelatihan

Menarik Dibaca: Memilih Hunian Nyaman, Ini Tips Praktis Sebelum Membeli Rumah dari Park Serpong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×