kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.849   31,00   0,18%
  • IDX 8.960   34,32   0,38%
  • KOMPAS100 1.234   6,45   0,53%
  • LQ45 871   3,77   0,43%
  • ISSI 325   1,60   0,50%
  • IDX30 441   0,87   0,20%
  • IDXHIDIV20 520   0,84   0,16%
  • IDX80 137   0,83   0,61%
  • IDXV30 144   0,51   0,35%
  • IDXQ30 141   -0,14   -0,10%

Incar Investasi Jumbo di Sektor Data Center dan AI, Begini Strategi KEK


Kamis, 08 Januari 2026 / 12:42 WIB
Incar Investasi Jumbo di Sektor Data Center dan AI, Begini Strategi KEK
ILUSTRASI. salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus memacu strategi untuk menjaring investor di sektor teknologi tinggi (hightech). Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan paket insentif, termasuk tax holiday dengan durasi hingga 20 tahun bagi investor yang mau membenamkan modal di ekosistem digital tanah air.

Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko menjelaskan bahwa insentif fiskal ini sengaja dirancang komprehensif untuk sektor-sektor strategis seperti data center, cloud, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Pemerintah memberikan paket insentif mulai dari tax holiday dengan variasi jangka waktu hingga 20 tahun, pembebasan PPN, bea masuk, hingga pengurangan pajak daerah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, sektor teknologi membutuhkan investasi modal yang sangat besar dan bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, selain pemanis fiskal, pemerintah juga mengedepankan kemudahan non-fiskal melalui layanan perizinan satu pintu (one stop service).

Baca Juga: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Dewan Nasional KEK Buka Suara

Bambang mengungkapkan, KEK kini memberikan kepastian pengadaan lahan jangka panjang, fleksibilitas tenaga kerja asing, hingga skema kepemilikan asing 100% di dalam kawasan.

Dia menilai, kombinasi kepastian hukum dan kecepatan perizinan adalah kunci utama bagi investor teknologi global dalam mengambil keputusan investasi.

"Hal ini memberi kepastian dan kecepatan yang sangat dibutuhkan investor teknologi global. KEK seperti Nongsa di Batam terus dikembangkan sebagai ekosistem teknologi terintegrasi dengan infrastruktur siap pakai," jelasnya.

Saat ini, KEK Nongsa Digital Park memang menjadi ujung tombak untuk menarik industri kreatif digital dan data center. Pemerintah fokus menyediakan infrastruktur yang matang agar investor tidak lagi kesulitan saat akan memulai konstruksi maupun operasional.

Bambang optimistis, dengan kombinasi antara obral insentif, kemudahan regulasi, dan kesiapan ekosistem di lapangan, Indonesia akan semakin kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan regional.

"Kombinasi insentif, kemudahan regulasi, dan kesiapan ekosistem inilah yang menjadi fokus KEK agar semakin kompetitif dalam menarik investasi high-tech ke Indonesia," pungkasnya.

Selanjutnya: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Dewan Nasional KEK Buka Suara

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×