Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus memacu strategi untuk menjaring investor di sektor teknologi tinggi (hightech). Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan paket insentif, termasuk tax holiday dengan durasi hingga 20 tahun bagi investor yang mau membenamkan modal di ekosistem digital tanah air.
Plt. Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko menjelaskan bahwa insentif fiskal ini sengaja dirancang komprehensif untuk sektor-sektor strategis seperti data center, cloud, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Pemerintah memberikan paket insentif mulai dari tax holiday dengan variasi jangka waktu hingga 20 tahun, pembebasan PPN, bea masuk, hingga pengurangan pajak daerah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, sektor teknologi membutuhkan investasi modal yang sangat besar dan bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, selain pemanis fiskal, pemerintah juga mengedepankan kemudahan non-fiskal melalui layanan perizinan satu pintu (one stop service).
Baca Juga: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Dewan Nasional KEK Buka Suara
Bambang mengungkapkan, KEK kini memberikan kepastian pengadaan lahan jangka panjang, fleksibilitas tenaga kerja asing, hingga skema kepemilikan asing 100% di dalam kawasan.
Dia menilai, kombinasi kepastian hukum dan kecepatan perizinan adalah kunci utama bagi investor teknologi global dalam mengambil keputusan investasi.
"Hal ini memberi kepastian dan kecepatan yang sangat dibutuhkan investor teknologi global. KEK seperti Nongsa di Batam terus dikembangkan sebagai ekosistem teknologi terintegrasi dengan infrastruktur siap pakai," jelasnya.
Saat ini, KEK Nongsa Digital Park memang menjadi ujung tombak untuk menarik industri kreatif digital dan data center. Pemerintah fokus menyediakan infrastruktur yang matang agar investor tidak lagi kesulitan saat akan memulai konstruksi maupun operasional.
Bambang optimistis, dengan kombinasi antara obral insentif, kemudahan regulasi, dan kesiapan ekosistem di lapangan, Indonesia akan semakin kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan regional.
"Kombinasi insentif, kemudahan regulasi, dan kesiapan ekosistem inilah yang menjadi fokus KEK agar semakin kompetitif dalam menarik investasi high-tech ke Indonesia," pungkasnya.
Selanjutnya: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Dewan Nasional KEK Buka Suara
Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












