kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.204   154,00   0,85%
  • IDX 5.350   -244,56   -4,37%
  • KOMPAS100 703   -33,03   -4,49%
  • LQ45 533   -24,91   -4,47%
  • ISSI 185   -9,29   -4,77%
  • IDX30 301   -14,78   -4,68%
  • IDXHIDIV20 374   -17,94   -4,58%
  • IDX80 80   -3,66   -4,37%
  • IDXV30 104   -2,99   -2,80%
  • IDXQ30 97   -5,44   -5,32%

BMKG tegaskan Indonesia tidak bakal alami gelombang panas, hanya suhu panas


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Warga menghalau sinar matahari dengan pakaiannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10/2019).


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

Sebaliknya, gelombang panas secara global terjadi karena pengaruh kondisi atmosfer wilayah kutub yang bergerak ke arah lintang. “Jadi perlu dibedakan antara gelombang panas yang terjadi di wilayah lintang atas, kemudian di Indonesia kondisinya suhu panas, secara meteorologinya begitu,” ucap Miming.

Baca Juga: Sabar, BMKG bilang, jadwal musim hujan mundur di berbagai wilayah

Sejauh ini, Miming menambahkan, suhu terpanas tercatat di Semarang dan itu pun tidak sampai 40 derajat Celcius, yakni 39 derajat Celcius. Ini sesuai prediksi BMKG, meskipun fenomena ini di Indonesia masih akan terjadi hingga akhir Oktober, suhu panas tertinggi hanya akan mencapai 38-39 derajat Celcius.

Sementara pada November dan Desember, suhu panas tertinggi hanya akan menyentuh level 36 derajat Celcius.

Penulis: Ellyvon Pranita

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Tegaskan Indonesia Tidak Akan Alami Gelombang Panas"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×