kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Cadangan Devisa RI Melonjak Akhir Tahun, Jadi US$ 156,5 Miliar Pada Desember 2025


Kamis, 08 Januari 2026 / 10:37 WIB
Cadangan Devisa RI Melonjak Akhir Tahun, Jadi US$ 156,5 Miliar Pada Desember 2025
ILUSTRASI. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mencapai US$ 156,5 miliar.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mencapai US$ 156,5 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir November 2025 yang sebesar US$ 150,1 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, kenaikan cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah.

Baca Juga: Aturan Turunan APBN 2026 Belum Lengkap, Belanja Negara Berisiko Tertahan Awal Tahun

“Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).

Bank Indonesia menilai, posisi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga, ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional serta imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Bank Indonesia juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan eksternal guna mendukung stabilitas perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Berlaku 2026, Poligami Rahasia Jadi Kejahatan Serius

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×