Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN sepanjang 2025 mencapai 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setara Rp 695,1 triliun.
Posisi tersebut melebar jika dibandingkan outlook 2025 yang sebesar 2,78% PDB dan dalam APBN 2025 sebesar 2,53% PDB.
Kendati begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan angka tersebut masih dalam batas aman karena tida berada di atas 3% PDB.
Baca Juga: BGN Siapkan Juknis, Dapur MBG yang Tidak Penuhi Standar Bakal Disanksi
"Kita tetap jaga, kita pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).
Purbaya menjelaskan alasan tidak memotong belanja negara disaat pendapatan negara melemah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perekonomian Indonesia dengan memberikan berbagai stimulus.
"Kalau ekonominya sedang turun ke bawah, kami harus memberikan stimulus ke perekonomian," katanya.
Secara rinci, pelebaran defisit ini terjadi lantaran realisasi belanja negara lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan negara yang masuk.
Tercatat, realisasi pendapatan negara sepanjang 2025 mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7% dari target APBN.
Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3% dari target APBN.
Baca Juga: Defisit APBN 2025 Membengkak Jadi 2,92% PDB di Tengah Lesunya Penerimaan Pajak
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer mencatat defisit sebesar Rp 180,7 triliun.
Selanjutnya: Kementerian ESDM Pangkas RKAB Batubara 2026: Jadi Kurang Lebih 600 Juta Ton
Menarik Dibaca: Memilih Hunian Nyaman, Ini Tips Praktis Sebelum Membeli Rumah dari Park Serpong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













