kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

BI: Subsidi BBM tetap bisa jaga inflasi rendah


Senin, 17 November 2014 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah stroberi untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menganjurkan pemerintah untuk menerapkan pola kebijakan subsidi tetap untuk mengantisipasi besarnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). Pola subsidi tetap merupakan kebijakan ekonomi yang struktural dan baik untuk jangka panjang.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, dengan subsidi tetap maka inflasi bisa menjadi lebih stabil. Inflasi pun bisa diarahkan ke 3,5%. "Kita ingin di tahun 2019 Indonesia inflasinya ada di kisaran 3,5% plus minus 1%," katanya, Senin (17/11). Untuk itu salah satu yang perlu kita lakukan adalah mengelola harga barang yang diatur pemerintah atau administered prices dan pengelolaan energi, pangan secara lebih baik.

Menurutnya, Indonesia pernah mengalami periode inflasi rendah. Pada tahun 2011 inflasi berada pada level 3,8%, pada tahun 2012 sebesar 4,3%, dan pada tahun 2013 mencapai 8,3%.

Inflasi yang tinggi disebabkan karena pada bulan Juni terjadi kenaikan harga BBM. Adapun, data terbaru inflasi tahun kalender Oktober 2014 mencapai 4,19%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×