kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Tarif listrik dan elpiji membuat inflasi tinggi


Senin, 03 November 2014 / 12:32 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (22/5) di Pegadaian Stagnan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Reporter: Jane Aprilyani, Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi memang belum dinaikkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK, namum ternyata sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sudah mengalami inflasi tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air mengalami inflasi sebesar 3,79%. 

Sebelumnya BPS mengumumkan, inflasi pada Oktober 2014 mencapai 0,47%. Dari kenaikan harga tersebut, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 1,04%."Inflasi terjadi karena kenaikan tarif listrik dan elpinji," kata Kepala BPS, Suryamin pada Senin (3/11). 

Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, andil inflasi terbesar untuk tarif listrik sebesar 0,14%, bahan bakar rumah tangga 0,08%. tarif kontrak rumah dan sewa rumah masing-masing sebesar 0,01%. Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan kenaikan tarif listrik setiap dua bulan sekali dan kenaikan harga elpoji 12 kg. Pemerintah rencananya juga akan menaikan BBM subsidi sebelum 2015 nanti. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×