kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.117,6 Triliun pada Oktober 2025


Jumat, 07 November 2025 / 11:06 WIB
BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.117,6 Triliun pada Oktober 2025
ILUSTRASI. Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan uang primer (M0 Adjusted) melambat jadi 14,4% yoy di Oktober 2025. Simak faktor penyebabnya. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/04/2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi uang primer atau M0 Adjusted pada Oktober 2025 mencapai Rp 2.117,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 14,4% secara tahunan (year on year/yoy), namun pertumbuhannya tercatat melambat dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 18,6% yoy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 27,1% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4% yoy,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun Pekan Terakhir Oktober 2025

Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas melalui mekanisme pengendalian moneter adjusted.

Hal ini menunjukkan upaya BI untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas sistem keuangan dan ketersediaan likuiditas di sektor perbankan.

Baca Juga: BI Soroti Lambatnya Digitalisasi Pembayaran Transportasi, Dorong QRIS Tap In & Out

Sebagai informasi, M0 Adjusted merupakan indikator uang primer yang telah disesuaikan untuk mengisolasi pengaruh penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas. Dengan demikian, indikator ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi likuiditas riil di perekonomian.

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia secara resmi menyertakan indikator M0 Adjusted dalam laporan likuiditas moneter. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam memantau perkembangan likuiditas, terutama setelah penerapan kebijakan insentif likuiditas bagi sektor perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×