kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Aliran Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun Pekan Terakhir Oktober 2025


Minggu, 02 November 2025 / 10:09 WIB
Aliran Modal Asing Masuk Rp 1 Triliun Pekan Terakhir Oktober 2025
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri atau capital inflow sebesar Rp 1 triliun pada pekan terakhir Oktober 2025.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri atau capital inflow sebesar Rp 1 triliun pada pekan terakhir Oktober 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mencatat, berdasarkan data yang dihimpun BI dari transaksi pasar keuangan domestik periode 27 hingga 30 Oktober 2025, dana asing tercatat masuk atau nonresiden beli neto dari pasar saham sebesar Rp 4,40 triliun.

Sedangkan dana asing keluar atau jual neto dari surat berharga negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Jual neto sebesar Rp 3,23 triliun di pasar SBN dan Rp 0,17 triliun di SRBI,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga: BI Soroti Lambatnya Digitalisasi Pembayaran Transportasi, Dorong QRIS Tap In & Out

Seiring dengan masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia tercatat menurun. Hal ini terlihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 30 Oktober 2025 sebesar 73,07 bps, turun dibanding dengan 24 Oktober 2025 sebesar 78,95 bps.

Adapun selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 30 Oktober 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 46,17 triliun di pasar saham dan Rp 135,86 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 3,89 triliun di pasar SBN.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” kata Denny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×