Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin menilai keputusan lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat kredit utang pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, merupakan sinyal awal potensi penurunan peringkat utang Indonesia di masa mendatang.
Meski tetap mempertahankan peringkat BBB dalam laporannya, Fitch menilai perubahan outlook tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketidakpastian kebijakan pemerintah dalam mengelola fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Ferry, perubahan outlook tersebut bisa menjadi langkah awal menuju penurunan peringkat satu tingkat di bawah kategori investment grade jika pemerintah tidak segera melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi.
“Keputusan Fitch untuk menurunkan outlook adalah batu loncatan menuju penurunan rating satu tingkat di bawah investment grade,” kata Ferry kepada Kontan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Fitch Ratings Revisi Outlook Utang RI Jadi Negatif, Sorot Pengelolaan APBN Pemerintah
Ia memperkirakan tekanan terhadap perekonomian juga dapat tercermin pada nilai tukar rupiah. Ferry bahkan memproyeksikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mencapai Rp 22.000 pada Juli mendatang apabila pemerintah tidak segera mengevaluasi kebijakan belanja tertentu.
Menurut Ferry, salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan pemerintah adalah menghentikan program makan bergizi gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas.
“Dolar bisa mencapai Rp 22.000 per dolar AS pada Juli, kecuali MBG dihentikan segera dan diumumkan secara terbuka oleh pemerintah,” ujarnya.
Ferry menegaskan pernyataannya bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan sebagai peringatan terhadap potensi risiko ekonomi yang dapat terjadi apabila pemerintah tidak merespons sinyal dari pasar dan lembaga pemeringkat.
Ia menilai penghentian program tersebut dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang ada
“Hanya dengan menghentikan MBG sekarang kita masih punya kesempatan bertahan, meskipun ekonomi akan terus mengalami penurunan dalam siklusnya,” kata Ferry.
Ferry mengaku telah mempelajari siklus bisnis riil (real business cycle) selama lebih dari 35 tahun. Menurutnya, ketika sebuah perekonomian terkena guncangan endogen, proses pemulihan biasanya memerlukan waktu yang panjang.
Baca Juga: Airlangga Pastikan Aspek Halal Tetap Terjaga dalam Perjanjian Dagang RI-AS
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi dapat berdampak pada kondisi sosial jika tidak dikelola dengan baik, terutama dengan meningkatnya jumlah anak muda yang menganggur.
Menurut Ferry, kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan ekonomi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- nilai tukar rupiah
- APBN
- investment grade
- Dolar AS
- stabilitas ekonomi
- Ekonomi Indonesia
- Program Makan Bergizi Gratis
- Suku Bunga BI
- Fitch Ratings Indonesia
- Inflasi Indonesia
- Proyeksi Ekonomi
- Risiko Ekonomi Indonesia
- MBG
- Pengangguran Muda
- Peringkat Utang Indonesia
- Kebijakan Fiskal Indonesia
- Outlook Peringkat Kredit
- Ferry Latuhihin
- Peringkat Kredit Fitch
- Ketidakstabilan Sosial












