kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.903   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.388   44,77   0,71%
  • KOMPAS100 841   8,62   1,04%
  • LQ45 638   7,02   1,11%
  • ISSI 221   2,20   1,01%
  • IDX30 358   3,78   1,07%
  • IDXHIDIV20 436   3,28   0,76%
  • IDX80 96   1,03   1,08%
  • IDXV30 120   0,85   0,71%
  • IDXQ30 114   1,02   0,91%

Bank Dunia ungkap hambatan Indonesia sulit bersaing dengan negara lain


Minggu, 05 Juli 2020 / 13:20 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia menilai Indonesia telah menorehkan catatan pembangunan yang sangat masif dalam 20 tahun terakhir, ditopang dengan kinerja stabilitas makroekonomi yang terjaga serta manajemen fiskal yang bijaksana.

Sayangnya, Bank Dunia masih melihat adanya kesenjangan di bidang infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi batu sandungan bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara selevel.

Baca Juga: Indonesia tak butuh BUMN lagi bila sudah jadi negara besar?

"Kurangnya investasi telah menyebabkan defisit infrastruktur yang besar. Bahkan, kesenjangan infrastruktur Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1,6 triliun. Ini tentu bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang," ujar Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen dalam laporannya.

Tantangan besar kembali datang dari pandemi Covid-19 yang mulai membelenggu Indonesia dari awal 2020. Ini semakin memberatkan beban dalam pembangunan dan meningkatkan risiko terbukanya jurang kesenjangan infrastruktur yang lebih tinggi.

Hal ini disebabkan oleh Kementerian Keuangan yang meminta ada pengendalian belanja modal pada Kementerian/Lembaga (K/L), sehingga Indonesia bisa lebih fokus dalam melakukan pengendalian Covid-19 dan membantu masyarakat serta dunia usaha yang tertekan.

Baca Juga: Di depan rektor, Jokowi beberkan strategi keluar dari jebakan pendapatan menengah

Kahkonen melihat, di satu sisi ini akan membawa dampak baik, tetapi di satu sisi, ini bisa menghambat pembangunan infrastruktur.

Penanganan untuk Covid-19 juga melebarkan defisit fiskal, karena adanya pembengkakan pengeluaran di tengah pendapatan negara yang bahkan diprediksi bisa di bawah level capaian tahun 2018.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×