kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

ADB: Masih ada 22 juta orang yang kelaparan pada era 2016-2018


Rabu, 06 November 2019 / 21:42 WIB
ADB: Masih ada 22 juta orang yang kelaparan pada era 2016-2018
ILUSTRASI. Children play soccer as fisherman paints his boat near breakwater at Cilincing area in Jakarta, Indonesia August 22, 2017.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Investasi yang ada juga digadang untuk bisa menciptakan lapangan kerja di sektor produktif sehingga bisa memberikan pendapatan yang lebih baik untuk masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga diimbau untuk memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan pada pasar domestik. "Sinergi antara investasi dan kebijakan ini sangat penting dan bisa menjadi peluang dan menciptakan efisiensi dalam mengatur sektor pertanian," tambah ADB.

Baca Juga: Siap-siap, tiket MotoGP Mandalika bisa dipesan mulai akhir November

Bila akhirnya Indonesia bisa menerapkan dua hal tersebut, Indonesia dinilai bisa keluar dari masalah kelaparan di tahun 2030 dan bisa benar-benar menghapus kelaparan pada tahun 2045.

Hal ini juga seiring dengan bertambahnya investasi dalam agricultural research and development (R&D), ekspansi irigasi dan efisiensi penggunaan air (WUE), dan juga pembangunan infrastruktur desa termasuk jalan, listrik, dan jalur kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×