kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Viral Relawan Berbaju Biru di Lokasi Bencana, Ini Penjelasan Menkes


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:38 WIB
Viral Relawan Berbaju Biru di Lokasi Bencana, Ini Penjelasan Menkes
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, buka suara terkait viralnya sejumlah relawan berbaju biru di lokasi bencana banjir dan longsor wilayah Sumatra-Aceh. (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, buka suara terkait viralnya sejumlah relawan berbaju biru di lokasi bencana banjir dan longsor wilayah Sumatra-Aceh.

Budi menegaskan, mereka bukanlah relawan asing, melainkan tim medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terpaksa diterbangkan melalui Malaysia demi efisiensi biaya dan ketersediaan tiket.

Menkes menjelaskan, pengerahan relawan ini dilakukan untuk menjangkau ribuan titik pengungsian, termasuk desa-desa yang terisolasi akibat banjir. Hingga saat ini, Kemenkes telah mengirimkan total 4.000 relawan ke berbagai zona merah bencana.

Baca Juga: Menkes Targetkan Seluruh Layanan Kesehatan Terdampak Bencana Banjir Pulih Akhir Maret

"Sempat viral karena dibilang pakai baju biru, datangnya pakai dari Malaysia. Wah ini relawan Malaysia datang, bukan. Itu relawan Kemenkes dikirim lewat Malaysia," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Budi membeberkan alasan di balik pemilihan rute internasional tersebut. Menurutnya, pada saat pengiriman batch pertama pada minggu ketiga dan keempat Desember 2025, akses penerbangan domestik mengalami kepadatan.

"Kenapa lewat Malaysia? Karena pesawat Jakarta-Medan penuh, harganya jadi mahal. Akhirnya kita belokkan dulu relawan kita berangkatnya ke Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur masuk ke Medan atau masuk ke Aceh. Karena opsinya jauh lebih banyak dan bisa lebih murah," ungkapnya.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menambahkan, strategi transit di negara tetangga ini murni dilakukan agar personel medis bisa segera tiba di lapangan tanpa harus terkendala mahalnya tiket libur akhir tahun atau kehabisan kursi maskapai domestik.

Di samping itu, Budi menyoroti adanya penumpukan relawan di titik populer seperti Aceh Tamiang, sementara wilayah lain seperti Gayo Lues, Bener Meriah, hingga Takengon masih kekurangan tenaga medis karena akses yang terisolasi.

Baca Juga: Mendagri Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra

"Di daerah terisolasi itu Puskesmas mungkin ada, cuma karena banjir jalannya tidak bisa. Harus pakai sling, pakai rakit, segala macam. Itu sebabnya kita kirim relawan-relawan ke sana," tambahnya.

Di lokasi bencana Aceh-Sumatra ini, Kemenkes turut mengandalkan prosedur Health Emergency Operations Center (HEOC) yang telah matang sejak masa pandemi Covid-19 untuk memetakan kebutuhan tenaga kesehatan di 1.000 titik pengungsian.

Budi memastikan, meski ada sekitar 1.000 relawan mandiri yang datang tanpa melapor, pemerintah tetap memprioritaskan pergerakan 4.000 relawan di bawah komando Kemenkes agar penanganan medis tepat sasaran.

"Itu 4.000 (relawan) yang terdaftar, yang nggak daftar masih ada lagi 1.000 langsung terbang, masuk-masuk, kita nggak larang," pungkasnya.

Selanjutnya: Takut Ada Perusahaan Teman, Prabowo Bilang Tak Cek Daftar Perusahaan Dicabut Izinnya

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×