Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan alasannya maju dalam proses seleksi calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK.
Friderica mengatakan alasan utama dirinya maju karena melihat kekosongan kursi kepemimpinan di OJK. Asal tahu saja, kursi kepemimpinan OJK kosong seusai ditinggal Mahendra Siregar dan Mirza, sehingga Friderica menjadi Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
“Kenapa mau maju? Saya terpanggil melihat kekosongan kepemimpinan di OJK beberapa waktu lalu,” ungkapnya saat ditemui seusai menjalani uji kelayakan di Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Friderica menerangkan menjadi pemimpin OJK bukan hal yang mudah. Dia mengakui saat ini, OJK tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya isu mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dengan pekerjaan rumah yang masih ada, Friderica menyebut hal itu juga yang membuatnya terpacu untuk mencalonkan diri.
Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Tunda Pemberangkatan Haji Jika Konflik Timteng Terus Memanas
“Kebetulan saya sudah di dalam, sehingga saya merasa terpanggil untuk memimpin OJK, menahkodai OJK, di saat yang tidak mudah seperti saat ini,” ujarnya.
Dalam rapat uji kelayakan dengan Komisi XI DPR RI, Friderica membeberkan delapan program prioritas yang akan dijalankan. Pertama, menjaga stabilitas sektor keuangan. Kedua, memulihkan kepercayaan publik. Ketiga, mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif bagi pembangunan ekonomi nasional.
Selanjutnya, memperkuat pengawasan terintegrasi. Kelima, mempercepat pendalaman pasar. Keenam, melindungi konsumen dan masyarakat. Ketujuh, memperkuat kelembagaan dan internal OJK. Kedelapan, meneguhkan sinergi dengan kementerian atau lembaga dan pemangku kepentingan lainnya.
Friderica mengatakan delapan program itu memiliki satu tujuan utama, yakni membuat sektor jasa keuangan menjadi stabil, terpercaya, inklusif, dan kontributif dalam mendukung penguatan ekonomi nasional untuk Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Kemenlu: 22 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran dan Tiba di Tanah Air
Latar Belakang Pendidikan
Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Dia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelahnya, perempuan yang kerap disapa Kiki itu memperluas wawasan global dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University, Amerika Serikat.
Setelah itu, Friderica menempuh pendidikan di UGM untuk menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019.
Perjalanan Karier
Jejak karier Friderica di sektor jasa keuangan bisa dibilang cukup panjang. Dia pertama kali memasuki dunia capital market di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005, dan terus menanjak hingga menduduki posisi Direktur Pengembangan Pasar selama lebih dari lima tahun.
Kariernya berlanjut di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan sebelum kemudian dipromosikan menjadi Direktur Utama (2016-2019). Setelah dari KSEI, dia mengasah kemampuannya di sektor sekuritas sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022).
Kiprahnya yang konsisten membuka pintu kariernya sehingga bisa menduduki posisi Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027, sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Friderica juga diketahui menjabat Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













