kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Takut Ada Perusahaan Teman, Prabowo Bilang Tak Cek Daftar Perusahaan Dicabut Izinnya


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:35 WIB
Takut Ada Perusahaan Teman, Prabowo Bilang Tak Cek Daftar Perusahaan Dicabut Izinnya
ILUSTRASI. Presiden memberi arahan kepada kepala daerah se-Papua (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - KARAWANG. Presiden Prabowo Subianto mengaku menolak disodori daftar puluhan perusahaan nakal yang akan dicabut izinnya. 

Prabowo khawatir saat membaca daftar itu akan menemukan keterlibatan teman maupun anggota Gerindra di dalamnya.

"Saya tidak mau baca karena saya enggak mau terpengaruh kalau menemukan teman saya di situ," kata Prabowo dalam pengumuman resmi Swasembada Beras di Karawang, Rabu (7/1/2026). 

Baca Juga: Menkes Targetkan Seluruh Layanan Kesehatan Terdampak Bencana Banjir Pulih Akhir Maret

Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra mengklaim bahwa daftar itu langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti. 

Lebih lanjut, Prabowo melaporkan pihaknya telah menguasai kembali 4 juta hektar kebun kepala sawit yang melanggar hukum di sepanjang tahun 2025. 

Menatap 2026, pemerintah menargetkan penertiban kawasan hutan seluas 5 juta hektar. 

"Kami juga sudah tindak ratusan tambang ilegal dan ratusan triliun sudah kita selamatkan uang rakyat," tutup Prabowo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×