kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ngebut, Belanja APBN Per Februari 2026 Sudah Tembus Rp 493,8 Triliun


Rabu, 11 Maret 2026 / 15:20 WIB
Ngebut, Belanja APBN Per Februari 2026 Sudah Tembus Rp 493,8 Triliun
ILUSTRASI. Devisit APBN 2026-Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat konferensi pers pengumuman realisasi APB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja negara mencapai Rp 493,8 triliun pada sampai Februari 2026, sudah terserap 12,8% dari pagu APBN 2026. Belanja Februari tersebut tumbuh lebih tinggi 41,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, percepatan belanja ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 ke angka 5,5%.

"Pertumbuhan belanja negara ini pasti nanti memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi. Ini yang memberikan kita optimisme,  semoga pertumbuhan ekonomi di Kuartal I bisa juga terbantu, terdorong lebih kuat dengan belanja negara yang lebih cepat," ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Defisit Transaksi Berjalan Diramal Meningkat

Dalam perinciannya, realisasi belanja pemerintah pusat yang terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga dan belanja non K/L total sudah mencapai Rp 346,1 triliun, atau sudah terserap 11% dari pagu.

Adapun belanja K/L tercatat tercatat Rp 155 triliun pada Februari 2026, lebih besar dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 83,6 triliun di Februari 2025. Melonjaknya belanja pemerintah pusat ini salah satunya dipengaruhi oleh belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penyaluran Bansos.

Sementara itu belanja non K/L pada Februari 2026 tercatat Rp 191 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu Rp 127,9 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh pembayaran manfaat  pensiun, kompensasi BBM dan listrik, serta pembayaran bunga utang tepat waktu

Adapun anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) pada Februari 2026 sudah terealisasi sebesar Rp 147,7 triliun, atau sudah terserap 21,3% dari pagu, atau tumbuh 8,1% yoy dibandingkan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×