Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - MADINAH. Di tengah perjalanan ibadah haji, kehadiran masakan khas Indonesia menjadi pengobat rindu bagi Jemaah. Tempe kembali hadir sebagai menu favorit jamaah tahun ini, bahkan disajikan hingga lima kali dalam sepekan.
Koki utama di Meez Marry, Abdurrahman, yang merupakan salah satu penyedia konsumsi bagi jemaah haji di Madinah, mengungkapkan bahwa penambahan porsi tempe didasarkan pada tingginya permintaan jemaah. Menurutnya, tempe selama ini selalu menjadi menu yang paling sering diminta oleh jemaah yang mereka layani.
Bahkan, dengan masifnya permintaan tempe, pihaknya memproduksi sendiri tempe yang disajikan kepada jamaah.
“Kami memproduksi tempe sendiri agar kualitas dan ketersediaannya tetap terjaga. Selain melayani haji, kami juga melayani jemaah umrah, jadi produksi tempe dan tahu dilakukan langsung di dapur kami,” tutur Abdurrahman, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga: Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Haji Intensifkan Koordinasi dan Cek Lapangan
Meski daftar menu telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, variasi hidangan tetap dirancang agar mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia. Jemaah disuguhi beragam cita rasa dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sunda, hingga Pekanbaru. Beberapa menu unggulan seperti rendang daging dan ayam woku menjadi sajian yang kerap dinantikan.
Untuk menjaga keaslian rasa, urusan bumbu menjadi perhatian khusus. Abdurrahman menjelaskan bahwa sebagian bumbu memang disiapkan oleh Kemenhaj yang diimpor dari Indonesia dalam bentuk pasta. Namun, tim dapur tetap menambahkan racikan bumbu segar seperti sereh, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, hingga jahe yang didatangkan langsung dari Indonesia agar cita rasanya semakin kuat dan autentik.
Ada pula penyesuaian dalam layanan tahun ini. Jika sebelumnya menu khusus lansia seperti nasi tim atau bubur ayam disiapkan dalam porsi tertentu, kini penyediaannya dilakukan berdasarkan permintaan. Evaluasi tahun lalu menunjukkan banyak menu lansia yang tidak tersentuh, sehingga pendekatan baru ini diharapkan lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Kemenhaj Minta Jamah Haji Tak Perlu Khawatir Bila Alami Pecah Hotel dengan Rombongan
Tahun ini, Meez Marry dipercaya melayani sekitar 10.000 jemaah, sedikit menurun dibandingkan musim sebelumnya yang mencapai 14.000 jemaah. Meski begitu, tanggung jawab tersebut tetap besar, mengingat hanya segelintir perusahaan katering yang dipercaya menangani layanan dalam skala ini.
Di balik operasionalnya, dapur Meez Marry diperkuat oleh tim yang memahami selera lidah Indonesia. Sebanyak 22 pekerja asal Indonesia bahkan dengan mayoritas Suku Sunda menjadi tenaga inti, didukung oleh tenaga dari Pakistan untuk memastikan proses produksi hingga distribusi makanan berjalan lancar dan tepat waktu.
Ia menyebut, mayoritas pekerja berasal dari Indonesia agar koordinasi tim lebih mudah, terasa lebih kompak, serta memiliki kesamaan selera dan pemahaman dalam mengolah cita rasa khas Tanah Air.
Baca Juga: Resmi! Oleh-Oleh Haji 2026 Hingga Rp 48 Juta Bebas Pajak Impor, Cek Jadwal haji
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













