kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.012   6,00   0,04%
  • IDX 7.076   -108,89   -1,52%
  • KOMPAS100 978   -14,71   -1,48%
  • LQ45 718   -8,39   -1,15%
  • ISSI 253   -3,86   -1,50%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 484   -3,05   -0,63%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,40   -0,30%
  • IDXQ30 127   -1,14   -0,89%

Indonesia Kirim 100 Ton Bumbu Pasta&Makanan Siap Saji ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji


Kamis, 02 April 2026 / 11:32 WIB
Indonesia Kirim 100 Ton Bumbu Pasta&Makanan Siap Saji ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
ILUSTRASI. Kedatangan Jamaah Calon Haji di Asrama Haji Pondok Gede (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mengawal pelepasan ekspor perdana bumbu pasta dan makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk kebutuhan logistik haji 2026.

Pengiriman tahap awal ini dilakukan dari Gudang Lini Garuda, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/4), dengan total 100 ton logistik yang akan dikirim secara bertahap ke Arab Saudi.

Proses pelepasan melibatkan dukungan PT Pos Indonesia dan Garuda Indonesia, memastikan rantai pasok logistik berjalan terintegrasi serta distribusi melalui jalur udara berlangsung lancar.

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa Kemenhaj berperan aktif dalam mengawal seluruh proses distribusi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Kemenhaj Fasilitasi 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Jamaah Haji

“Sebagai pengawal distribusi, Kemenhaj memastikan seluruh proses logistik haji memenuhi standar kehalalan, kesehatan, ketahanan produk, serta ketepatan waktu pengiriman, agar kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia terpenuhi dengan baik,” tutur Jaenal mengutip keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Adapun pengiriman logistik dijadwalkan berlangsung melalui sejumlah penerbangan pada 2 hingga 6 April 2026. Total kebutuhan dari dua vendor mencapai 230 ton, dengan sisa 130 ton masih dalam proses penjadwalan penerbangan.

Jaenal menambahkan, ekspor bumbu pasta dan RTE ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah, tetapi juga menjadi bagian dari uji coba dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

Baca Juga: BPKH Jaga Dana Haji Tetap Aman di Tengah Risiko Pembengkakan Biaya

“Ini sekaligus menjadi test run dan capacity building, memastikan produk Indonesia mampu memenuhi standar Arab Saudi, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan efisiensi biaya,” tambahnya.

Kemenhaj menegaskan, pengawalan distribusi logistik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, sekaligus mendorong kemandirian dan efisiensi sistem logistik haji Indonesia.

Baca Juga: Menhaj: Kloter Pertama Jemaah Haji Akan Diberangkatkan pada April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×