kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.195   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.656   22,16   0,29%
  • KOMPAS100 1.058   3,59   0,34%
  • LQ45 760   0,85   0,11%
  • ISSI 278   0,66   0,24%
  • IDX30 404   0,37   0,09%
  • IDXHIDIV20 490   -0,12   -0,02%
  • IDX80 119   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   -0,78   -0,56%
  • IDXQ30 130   0,18   0,14%

Kemenhaj Minta Jamah Haji Tak Perlu Khawatir Bila Alami Pecah Hotel dengan Rombongan


Senin, 20 April 2026 / 07:45 WIB
Kemenhaj Minta Jamah Haji Tak Perlu Khawatir Bila Alami Pecah Hotel dengan Rombongan
ILUSTRASI. Kedatangan Jamaah Calon Haji di Asrama Haji Pondok Gede (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umroh menghimbau agar jemaah haji tidak khawatir jika dalam penempatan akomodasi terjadi pemisahan hotel (pecah hotel). 

Pemerintah memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal dan terkoordinasi, baik untuk jemaah yang berada dalam satu kloter maupun yang terpisah lokasi hotelnya.

Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah Zaenal Muttaqin membeberkan, skema pecah hotel kerap terjadi dalam penempatan jemaah haji Indonesia, baik di Madinah maupun Makkah.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jamaah Haji yang Berangkat Tahun Ini Biasakan Olahraga Ringan

Kondisi ini muncul karena perbedaan kapasitas hotel yang terbatas dengan jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter).

Secara sederhana, pecah hotel adalah penempatan jemaah dalam satu kloter ke lebih dari satu hotel. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari penyesuaian teknis di lapangan agar seluruh jemaah tetap mendapatkan akomodasi yang layak.

“Hotel-hotel di Madinah ini berbeda dengan karakteristik di Makkah, sehingga jumlah jama'ah yang memang seharusnya satu hotel itu, karena kapasitas hotelnya tidak sesuai dengan jumlah jamaah, akhirnya skema pecah hotel itulah yang kemudian diterapkan,” tutur Zaenal, Minggu (19/4/2026).

Ia mencontohkan, sebuah hotel mampu menampung tiga kloter dengan asumsi masing-masing 400 jemaah (total 1.200). Namun dalam praktiknya, kapasitas riil yang tersedia bisa saja hanya tersisa untuk 1.000 jemaah.

Baca Juga: Kemenhaj Pastikan Pelaksanaan Haji 2026 Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

“Nah, kloter ketiga karena misalnya ini hanya tinggal 200 sisa kapasitas di hotel ini, maka tidak mungkin yang 200 itu kita pindahkan agar kemudian ini hanya diisi oleh 800, jadi 200-nya kita kosongkan, nah ini malah jadi temuan. Sehingga oleh karena itu tetap saja 200-nya kita isi dan 200-nya kita pindahkan ke hotel yang lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dipaksakan, justru akan menimbulkan masalah baru, seperti kamar kosong yang tidak termanfaatkan atau ketidaksesuaian data hunian. Karena itu, sisa jemaah dari kloter ketiga akan ditempatkan di hotel lain.

Meski demikian, Zaenal membeberkan, skema ini merupakan hal yang lazim dan telah diperhitungkan.

Meski terpisah hotel, jemaah tetap berada dalam koordinasi sektor yang sama, sehingga layanan konsumsi, transportasi, hingga pendampingan ibadah tetap berjalan normal.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Investor Tak Perlu Khawatir, Defisit Fiskal Tetap Terkendali

Sejalan dengan itu, Zaenal juga mengusahakan agar jamaah haji dalam satu keluarga tidak terpisah hotelnya. Misalnya antara suami istri, atau anak dengan orang tuanya.

Sebagaimana diketahui, keberangkatan jamaah haji gelombang pertama tahun 2026 dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026, dengan jadwal keberangkatan ke Madinah mulai 22 April hingga 6 Mei 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×