kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tahun 2025, jumlah penduduk di perkotaan capai 65%


Kamis, 24 Oktober 2013 / 16:08 WIB
ILUSTRASI. Jadwal Playoff MSC 2022 Day 4 (17 Juni), Berikut Ini Update Bracket Terbaru


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi mengatakan, konsentrasi penduduk di kawasan perkotaan terus meningkat. Berdasarkan data BPS pada tahun 1995 masyarakat perkotaan ada sekitar 40%, dan 2010 telah mencapai 52%.

"Pada tahun 2025, penduduk di kawasan perkotaan akan mencapai sekitar 65%," kata Gamawan dalam Rakornas Pengelolaan Kawasan Perkotaan 2013, di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Gamawan menuturkan, pertumbuhan perkotaan yang sangat dinamis tersebut, cenderung tidak terpola dan terencana dengan baik. Untuk itu, menurutnya diperlukan arah kebijakan pembangunan perkotaan nasional.

"Pembangunan perkotaan perlu ada penyeimbangan pertumbuhan antar kota metropolitan-besar-menengah--kecil," ujarnya.

Selain itu, Gamawan mengatakan, juga perlu adanya pengendalian pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan dalam pembangunan perkotaan.

Percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah terutama di luar pulau Jawa juga dapat menjadi arah pembangunan perkotaan nasional.

"Pembangunan perkotaan dapat dilakukan dengan peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan-pedesaan," katanya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×