kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sentimen kenaikan suku bunga The Fed bayangi SBN


Kamis, 25 Mei 2017 / 14:00 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu) Robert Pakpahan berharap kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) dari Standard and Poor's (S&P) bisa menurunkan beban utang pemerintah (cost of borrowing).

Sebab, premium rate yang menjadi perhitungan kupon surat berharga negara (SBN) menurun. Tak hanya itu, peringkat tersebut bisa meningkatnya permintaan investor terhadap obligasi pemerintah sehingga meningkatkan harga dan menurunkan tingkat imbal hasil (yield).

"Mulai Jumat kemarin (19 Mei 2017) mulai terlihat penurunan SBN rupiah maupun valas sekitar 7-8 basis poin. Mudah-mudahan terus turun," kata Robert belum lama ini.

Meski demikian, Robert melihat beban bunga utang pemerintah masih akan dipengaruhi oleh rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Kenaikan suku bunga The Fed kedua diyakini terjadi di Juni mendatang.

Namun, "kami lihat ini (kenaikan peringkat utang dari S&P) mudah-mudahan bisa mengompensasi (risiko kenaikan yield)," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×