kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Selangkah lagi, Indonesia bakal jadi penjaga perdamaian di Kamboja-Thailand


Senin, 07 Maret 2011 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Warga dan wisatawan mancanegara berjalan menuju kapal feri tujuan Pelabuhan Lembar, NTB di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Senin (30/7). Terjadi peningkatan jumlah penumpang dan wisatawan yang menumpang kapal feri menuju Pulau Lombok karena berhent


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Misi Indonesia untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian di perbatasan Kamboja dan Thailand sebentar lagi terwujud. Indonesia tinggal menunggu kesepakatan draf terkait misi observer perbatasan Kamboja-Thailand.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Michael Tanne menjelaskan, sejauh ini baru pemerintah Kamboja yang menyerahkan dan menyatakan setuju dengan draf misi observer. Sementara itu, meskipun Thailand pada prinsipnya menyatakan setuju, belum menyerahkan pernyataanya secara terperinci dalam bentuk tertulis.

Draft misi observer ini terkiat aturan soal komposisi dan jumlah tim yang menjalankan misi ini. Sebagai gambarannya mayoritas tim adalah berasal dari personil TNI dan sebagiannya lagi dari Kemenlu. "Dari TNI ada 26 orang dan sebagian lainnya sipil," katanya, Senin (7/3).

Tim ini nantinya akan menjalankan fungsi misi perdamaian. Tim ini menjaga gencatan senjata antara Thailand dang Kamboja tetap berlaku. Seperti diketahui, pada Informal ASEAN Foreign Ministers' Meeting" beberapa waktu lalu kedua negara Kamboja-Thailand sepakat menunjuk Indonesia menjadi pengamat gencatan senjata. Nantinya tim observer Indonesia dalam hal ini akan berada di kedua sisi perbatasan negara.

Hubungan antara Thailand dan Kamboja tegang sejak candi Preah Vihear diberi kedudukan Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juli 2008. Pengadilan Dunia pada 1962 memutuskan Preah Vihear milik Kamboja, walaupun pintu masuk utamanya terletak di Thailand dan wilayah 4,6 kilometer persegi di sekitar candi itu diakui kedua pihak tersebut.

Pada pertempuran Jumat lalu, dua tentara Kamboja tewas. Sementara itu, di Thailand, seorang penduduk sipil tewas. Media di kedua negara itu menyatakan jumlah korban bisa jauh lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×