kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

SBY akhirnya keluar dari Istana dengan tangisan


Senin, 20 Oktober 2014 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Cedera Saat Olahraga yang Sering Terjadi dan Harus Diwaspadai


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah sepuluh tahun memimpin negara ini sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya hari ini benar-benar meninggalkan Istana Kepresidenan. SBY dan Ani Yudhoyono berjalan menuruni anak tangga Istana Negara didampingi presiden terpilih Joko Widodo.

Sebelumnya SBY, dan Jokowi didamping kedua wakilnya Jusuf Kalla dan Boediono mengikuti prosesi upacara pisah sambut secara militer. Setelah turun dari tangga, SBY kemudian berjalan menuju gerbang ke luar kompleks Istana Kepresidenan di atas karpet merah.

Sepanjang perjalanan itu lagu "Pantang Mundur" mengiringi langkah kaki SBY dan keluarga. Di sepanjang karpet merah itu, seluruh jajaran menteri kabinet Indonesia bersatu mengiringi dan melambaikan tangan kepada sang presidennya.

Sebelum melangkah keluar gerbang, mata SBY yang sudah berkaca-kaca akhirnya mengeluarkan air mata. SBY, tampak menangis meninggalkan Istana yang selama sepuluh tahun dia gunakan untuk memimpin negara.

Sebelum meninggalkan Istana Merdeka, ketika upacara pisah sambut baru usai SBY sempat mengucapkan beberapa patah kata. SBY meminta kepada jajaran lembaga kepresidenan agar memberikan dukungan kepada Jokowi. "Pemimpin itu datang dan pergi, tetapi semua ingin berbuat yang terbaik," ujar SBY, Senin (20/10) di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×