kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Rini bingung pekerja JICT bergaji tinggi tapi demo


Kamis, 03 Agustus 2017 / 23:05 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memonitor aksi demo pekerja PT Jakarta International Container Terminal ( JICT).

Namun dia mengaku tak tahu alasan di balik aksi mogok pekerja pelabuhan peti kemas di Tanjung Priok itu.

Rini justru tak habis pikir mengapa mogok kerja pekerja pelabuhan peti kemas di Tanjung Priok itu dilakukan. Sebab tutur ia, dari sisi gaji, pendapatan pekerja JICT sudah cukup tinggi.

"Kalau kita lihat dari sisi pendapatan, itu pekerja JICT termasuk sangat tinggi dibanding sebelahnya Terminal Peti Kemas (TPK) Koja," ujar Rini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/8).

"(JICT dan TPK Koja) sama-sama pelabuhan peti kemas, tetapi jauh pendapatanya (lebih tinggi pekerja JICT) jadi saya enggak ngerti kenapa harus demo," sambung dia.

Meski begitu, Rini tidak mau bicara banyak tentang demo pekerja JICT. Ia justru mempersilahkan wartawan untuk menanyakan duduk persoalan mogok kerja itu ke PT Pelindo sebagai induk perusahaan JICT.

Sebelumya, aktivitas PT Jakarta International Container Terminal ( JICT) lumpuh total akibat aksi mogok yang dilakukan pekerjanya sejak Kamis (3/8/2017) pukul 07.00 WIB.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT M Firmansyah mengatakan, aksi mogok kerja itu dilakukan oleh 95 persen karyawan JICT.

Aksi mogok kerja itu merespon perpanjangan kontrak JICT yang dianggap melanggar peraturan. Selain itu, serikat pekerja juga menuntut pembayaran bonus karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×