kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

RI Diklaim Jadi Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik Kedua Dunia, Ini Strateginya


Senin, 04 Mei 2026 / 07:30 WIB
RI Diklaim Jadi Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik Kedua Dunia, Ini Strateginya
ILUSTRASI. ESDM Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia, Prioritaskan Harga Kompetitif dan Pasokan (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga keuangan JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dari 52 negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia di tengah gejolak geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, meski kondisi energi nasional belum ideal karena status Indonesia sebagai importir minyak, upaya mencapai kemandirian energi terus dipacu.

"Dalam kondisi ini kita harus putar otak bagaimana caranya harus mencapai kemandirian energi," ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).

Bahlil memerinci, strategi pertama yang dijalankan adalah mengoptimalisasi ribuan sumur minyak tua, termasuk warisan kolonial, agar kembali produktif dengan penggunaan teknologi baru dan pemberian insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). 

Baca Juga: Antisipasi Kelebihan Bagasi, Jemaah Haji Pilih Belanja Oleh-oleh di Tanah Air

Hasilnya, kata dia, pada 2025 produksi minyak nasional berhasil melampaui target APBN untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.

Berikutnya, lanjut Bahlil, langkah kedua adalah ketegasan dalam eksekusi wilayah eksplorasi yang mangkrak, seperti Blok Abadi Masela. Adapun proyek senilai US$ 21 miliar di Maluku ini kini resmi masuk tahap lelang konstruksi.

"Kalau you (INPEX) gak jalanin 6 bulan, saya cabut. Dan Alhamdulillah sekarang sudah tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) nya," tegasnya. 

Di sektor bahan bakar, pemerintah mencatat sejarah dengan penghentian impor solar pada 2026 berkat keberhasilan mandatori biodiesel. Program pencampuran minyak sawit ini kini mencapai 40% (B40) dan direncanakan meningkat menjadi 50% (B50) pada Juli mendatang. 

Langkah serupa juga disiapkan untuk bensin melalui mandatori etanol sebesar 20% pada 2028. "Kalau kita mandatori 20%, berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kilo liter," ungkap Bahlil.

Sementara itu, untuk menekan subsidi LPG yang mencapai Rp 80 triliun-Rp 87 triliun per tahun, pemerintah mulai mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG). Teknologi gas kemasan tabung ini diklaim 30% hingga 40% lebih murah dibanding LPG dan sudah mulai diujicobakan pada program makan bergizi gratis serta sektor restoran.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan “Gas Baru” Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah 30-40%

Bahlil menuturkan, selain diversifikasi produk, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dari Afrika, Amerika, hingga Rusia guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. 

"Kalau bapak presiden berangkat untuk cari minyak, itu bukan jalan-jalan. Kita jalan kerja memikirkan 280 juta nyawa yang ada di bangsa ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Bahlil menambahkan, jaminan stabilitas harga energi bagi masyarakat di dalam negeri di tengah ketidakpastian harga minyak mentah dunia (ICP). 

"Sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP US$ 100 per barel, insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×