kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Antisipasi Kelebihan Bagasi, Jemaah Haji Pilih Belanja Oleh-oleh di Tanah Air


Senin, 04 Mei 2026 / 07:17 WIB
Antisipasi Kelebihan Bagasi, Jemaah Haji Pilih Belanja Oleh-oleh di Tanah Air
ILUSTRASI. Jemaah Haji sedang belanja oleh-oleh (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Di tengah kesibukan berburu oleh-oleh khas Madinah, tak semua jemaah haji memilih membawa pulang banyak barang dari Tanah Suci. Sebagian jemaah justru punya cara berbeda untuk berbagi kebahagiaan sepulang ibadah haji nanti.

Alih-alih memenuhi koper dengan aneka kurma, sajadah, atau suvenir, mereka memilih berbelanja sebagian oleh-oleh di Tanah Air. Selain dinilai lebih praktis, pilihan ini juga dianggap bisa menghemat tenaga dan ruang bagasi selama perjalanan ibadah.

Misalnya saja jemaah asal Indonesia, Fatimah, mengaku memilih membeli sebagian oleh-oleh haji setibanya kembali di Indonesia, seperti kurma, sejadah dan lainnya.

“Alasannya karena nggak repot bawanya, di sini belanja yang nggak ada di Indonesia saja,” ungkapnya.

Baca Juga: Pintu 310 Masjid Nabawi: Titik Favorit Jemaah Ambil Air Zamzam Gratis Lebih Banyak

Meski bisa mengirim barang dari Arab Saudi melalui kargo, ia menilai dana tersebut lebih baik dialokasikan untuk membeli buah tangan setibanya di Indonesia.

Jemaah Indonesia lainnya yakni Aisyah, mengaku tidak ingin terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berbelanja oleh-oleh selama berada di Tanah Suci. Ia memilih untuk lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah haji dengan khusyuk.

Menurutnya, urusan oleh-oleh bukan menjadi prioritas utama, sehingga ia hanya akan membeli seperlunya saja. Sisa kebutuhan buah tangan akan ia penuhi setibanya di Indonesia.

“Beli sebagian saja, sisanya di Indonesia. Ingin fokus ibadah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan ada ketentuan yang harus dipahami oleh setiap jemaah terkait barang bawaan.

“Yang boleh dibawa oleh jemaah itu hanya tiga macam yakni koper bagasi, koper kecil atau kabin, dan tas dokumen. Selebihnya, itu harus ditinggal karena ini akan menyulitkan tim transportasi,” tegasnya, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Kertajati Meninggal Setibanya di Madinah, Ini Penyebabnya

Hal ini karena fase penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki tahap krusial. Di mana selain kedatangan jemaah dari Tanah Air juga diikuti pergeseran jemaah dari Madinah menuju Makkah.

Armada bus untuk mengangkut jemaah pun sudah mempertimbangkan barang bawaan berupa tiga aspek tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, Kasi Transportasi Daker Madinah, Muslih, memastikan seluruh armada bus siap memfasilitasi pendorongan jemaah secara maksimal.

Namun, ia juga memberikan catatan terkait barang bawaan jemaah yang sering kali melebihi kapasitas atau 'beranak pinang'.

Muslih menegaskan bahwa armada transportasi yang disediakan telah dihitung secara presisi untuk mengangkut barang bawaan standar jemaah. Sesuai ketentuan, setiap jemaah berhak membawa satu koper besar, satu koper kecil dan satu tas dokumen.

“Seluruh bawaan standar tersebut dipastikan mampu terakomodasi oleh armada kami. Namun, jika barang bawaan jemaah 'beranak pinang' atau bertambah di luar ketentuan, hal ini akan memakan space bagasi secara berlebihan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan “Gas Baru” Pengganti LPG 3 Kg, Lebih Murah 30-40%

Ia juga mengingatkan bahwa egoisme dalam membawa barang berlebih dapat merugikan jemaah lain.

“Kasihan jemaah yang sudah patuh pada aturan, mereka justru khawatir tidak mendapatkan ruang bagasi karena tertutup oleh barang tambahan rekannya,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×