kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Purbaya Ungkap 15.000 Aduan Masyarakat, Ada Pejabat Bea Cukai Nongkrong di Starbucks


Jumat, 17 Oktober 2025 / 14:55 WIB
Purbaya Ungkap 15.000 Aduan Masyarakat, Ada Pejabat Bea Cukai Nongkrong di Starbucks
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi keterangan usai pertemuan dengan sejumlah direksi perbankan pelat merah dan swasta serta perusahaan sekuritas di Gedung Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (13/10/2025). Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa layanan aduan masyarakat yang baru dibuka sejak 15 Oktober 2025 telah menerima 15.933 pesan melalui WhatsApp.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Selain laporan tersebut, Purbaya juga menyoroti aduan mengenai penjualan ilegal pita cukai rokok di Madura yang disebut dilakukan secara besar-besaran. Ia menilai praktik itu bukan hal baru dan berharap masyarakat turut membantu mengawasi. 

“Kami terbatas dari pusat, jadi ini semacam crowd reporting. Semua bisa kirim masukan langsung ke saya,” katanya.

Laporan lain yang dibacakan menyangkut dugaan premanisme di salah satu kantor pajak, yakni KPP 3 Raksa. Purbaya berjanji akan memeriksa langsung laporan tersebut minggu depan. 

Baca Juga: Pantau Harga Rokok, Bea Cukai Sisir Semua Toko di Indonesia

“Kalau benar ada premanisme, saya pastikan langsung beres. Saya pikir masalah sudah selesai di atas, ternyata belum,” ujarnya.

Ia juga menyinggung sikap acuh sejumlah pejabat birokrasi yang merasa aman karena masa jabatan menteri dianggap hanya sementara.

“Ada pejabat yang berpikir, ‘menterinya paling sebentar’, jadi mereka tidak peduli. Tapi kalau mereka masih berani melanggar, saya yang akan ganti mereka lebih dulu,” tegasnya.

Purbaya turut membacakan laporan lain dari seorang pengusaha impor yang mengeluhkan lamanya pemeriksaan barang oleh Bea dan Cukai, hingga berujung denda tanpa alasan jelas.

Pelapor juga menyebut adanya kesan “diktator” karena pengusaha sulit mengajukan keberatan tanpa risiko barang tertahan.

“Ini laporan lengkap, ada nama, lokasi, dan bukti. Akan kami buka dan tindak,” tegas Purbaya, menutup pernyataannya.

Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Dirjen Bea Cukai Baru Bisa Genjot Penerimaan Lebih Besar

Ia menekankan bahwa budaya kerja dan tata kelola di lingkungan Bea dan Cukai harus berubah.

Melalui saluran aduan masyarakat ini, Purbaya berharap sistem pengawasan publik bisa mempercepat perbaikan pelayanan di jajaran Kementerian Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×