kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Purbaya Optimistis RI Menuju Indonesia Emas, Bukan Suram


Sabtu, 14 Februari 2026 / 11:19 WIB
Purbaya Optimistis RI Menuju Indonesia Emas, Bukan Suram
ILUSTRASI. Menteri Keuangan membeberkan potensi ekspansi ekonomi RI hingga 2033, menjanjikan 'Indonesia Emas'. Pahami indikator krusial yang menopang proyeksi luar biasa ini. (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAn.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia berpeluang memasuki fase ekspansi panjang hingga 2033.

Ia menilai peluang tersebut terbuka jika kebijakan dijaga konsisten dan momentum pertumbuhan tidak terputus.

“Jadi kita punya kemungkinan besar, bisa membawa ekonomi Indonesia ke Indonesia emas, bukan Indonesia suram,” ujarnya dalam forum Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Luhut Beberkan Hasil Pertemuan 2 Jam dengan MSCI

Purbaya memaparkan siklus bisnis Indonesia yang bergerak dalam pola ekspansi dan kontraksi periodik. Sepanjang 2025, ekonomi tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Pertumbuhan membaik dari 4,87 persen pada awal tahun menjadi 5,39 persen pada kuartal IV.

Ia menyebut tren tersebut menjadi fondasi untuk memasuki fase pertumbuhan lebih tinggi.

Sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Aktivitas manufaktur kembali ekspansif. Indeks kepercayaan konsumen naik. Penjualan ritel dan kendaraan berbalik positif.

Surplus perdagangan berlanjut selama 68 bulan berturut-turut. Nilainya mencapai 41 miliar dollar AS pada 2025, naik 31 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kebijakan fiskal dijalankan ekspansif namun tetap terkendali. Defisit dijaga sekitar 2,9 persen dari produk domestik bruto dan tetap di bawah batas 3 persen.

Baca Juga: Prabowo Puji Menteri dan Kepala Badan: Saya Bangga dengan Prestasi Saudara-Saudara

Belanja negara pada awal 2026 dipercepat. Hingga kuartal I-2026, realisasi belanja diperkirakan mencapai Rp 809 triliun.

Pemerintah mengakselerasi program prioritas, termasuk stimulus dan belanja sosial, untuk menjaga daya beli serta likuiditas sistem keuangan.

“Kita pastikan uang cukup di sistem. Kalau uang cukup, ekonomi bergerak, daya beli membaik, penjualan naik,” ujarnya.

Selanjutnya: Pemain OVR 100+ Gratis Menanti, Klaim Kode Redeem FC Mobile Terbaru Sekarang!

Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×